--Power Up--
Song by: Red Velvet
-
By: lebeluv
Genre: Slice of Life
•••
Banyak yang mengatakan bahwa tempat singgah-tempat kerja ku memiliki banyak keunikan. Entah keunikan apa, aku tak mengerti. Sebagian orang menyebut tempat kerjaku dengan sebutan 'The amazing of place'. Aku benar-benar makin dibuat tak mengerti sekaligus bingung berat.
Kenyataannya tempat kerjaku begitu standar dari kata amazing, pendapat orang memang berbeda-beda. Aku memaklumi itu. Pagi ini aku memutuskan untuk pergi ke tempat singgahku, aku akan memulai pekerjaan dengan santai. Musim di bulan ini menyebabkan aku harus memakai mantel tebal yang sangat kubenci untuk sekadar menghangatkan tubuhku.
Aku berjalan di tepi trotoar yang langsung mengarah pada kedaiku di pinggir jalan, salju turun begitu lebat dan menyebabkan hidungku memerah. Selalu seperti ini! Pikirku.
Kubuka pintu kedaiku dan menuju ke arah ruang ganti di belakang kedai, aku akan berganti pakaian dan memulai keahlianku dalam menghasilkan kopi hangat di atas pantry.
"Astaga! Kau mengejutkan diriku, Re!" aku menepuk dadaku yang baru saja dikejutkan oleh sahabat baikku, Rena. Rena menatapku dengan mata yang memerah, ku rasa Rena sedang flu mengingat cuaca di luar sana yang sangat dingin.
"An, boleh kah aku menyeduh kopi hangat?" Oh tentu saja boleh Rena! Jawabku di dalam hati. Aku mengangguk pelan, Rena menghampiri meja pantry dan mulai menampilkan keahliannya.
Aku bersyukur memiliki sahabat seperti Rena, ia sangat mengerti dengan diriku. "Silakan Re, aku akan mengganti apron milikmu dan David," ucapku. Rena mengangguk, baiklah, aku akan menuju almari yang berisikan apron-apron baru yang tersedia.
Hari semakin larut, tak terasa jam mulai menunjukkan pukul 21.00, seharusnya kedaiku tutup pukul 20.00 tapi karna suasana kota malam ini sangat ramai dan padat aku memutuskan untuk belum menutupnya.
Berbeda dengan keadaan kota di luar sana, kedaiku sangat sepi pengunjung, bisa kuhitung sejak ku buka kedai ini hanya lima sampai sepuluh orang saja yang berkunjung ke kedaiku. Aku menghela napas berat, Rena dan David yang mendengar helaan dari diriku langsung berhambur menuju ke arahku yang sedang terduduk di salah satu pantry.
"Tidak apa, An. Mungkin sebentar lagi akan ramai," ucap David menenangkanku. Aku mengangguk lalu tersenyum hangat. Rena dan David duduk di depanku. Rena membuka pad yang ia pegang sejak tadi, entah apa yang ia ketik aku tak tahu.
David tampak memainkan jarinya di atas paha, seperti David ikut pening seperti diriku. Ah, aku ingin menangis saja rasanya. Tahan Anne, tahan. Tidak boleh menangis! Monolog batinku.
Segera kuedarkan pandangan ke luar jendela kedai, terlihat tenda-tenda yang berdiri tegak di pinggir jalan menampikkan makanan khas, ah, aku ingin keluar kesana.
"Kau ingin kemana, An?" Tanya Rena yang sadar akan kepergian diriku, eh, maksudku Rena menyadari bahwa aku bangun dari kursi pantry, David pun ikut sadar. Ia tersenyum padaku.
"Aku ingin keluar menghirup dinginnya udara," jawabku. Rena mengeryitkan kedua alisnya, aku mengangguk. "Kau ingin ikut tidak? Membeli beberapa makanan untuk kita makan disini." Aku melangkahkan kakiku keluar pintu.
Rena mengejarku dan kami berjalan beriringan, "Aku ikut. Astaga, udara di sini sangat dingin! Aku heran dengan Jerman, mengapa sedingin ini?" keluh Rena. Aku melihat wajah Rena yang memerah dan tangan Rena yang memeluk tubuhnya.
"Kalau kau kedinginan, kau bisa kembali ke dalam kedai, Rena. Dan jangan salahkan Jerman, memang sudah biasa bila akhir tahun seperti ini cuaca akan dingin dan tak beraturan. Kadang hangat kadang dingin, sedingin kutub utara." Setelah aku berucap Rena tetap mengikutiku.
KAMU SEDANG MEMBACA
Write Your Sing || ANG'S SONGFICT EVENT
De TodoSuka musik? Suka dengerin lagu? Atau jangan jangan kalian suka aku... weits maksudnya suka songfict? Wah sini merapat, Member ANG udah bikin songfict yang bakal bikin mood kalian naik turun kayak roller coaster hehe.. yuk intips, siapa tahu langsung...
