4. Forever Young

64 10 18
                                        

--Forever Young--
Song by: Undressd

By: Naf_DN07
Genre: Friendship

•••

"Hoaammm ...." Ita menguap lebar sambil menggeliat. Bukan. Matahari bukan baru terbit, melainkan sedang bersinar terik bahkan sudah mulai menggelincir. Ita kembali meraih ponsel dan berselancar di media sosial sekadar membaca postingan quotes. Maklum hari sabtu, hari bermalas-malasan di kasur tercinta. Hangout dengan teman-teman ? Ita bukan anak famous yang memiliki banyak teman, tak banyak siswa yang mengenalnya.

Drrttt ... Drrttt

Begitu muncul notifikasi pesan Ita langsung membukanya.

Merpati Rantau : Tatatatatatatatatatata

Ita : Paansi?

Merpati Rantau : Kamu lagi pengin sesuatu ngga ?

Ita : Entah. Lagi bosan
Ita : Kenapa ? Kaya mau dikabulkan saja ...

Merpati Rantau : Atau ada yang diinginkan dari aku ?

Ita : Aku kangen nyunset sama kamu

Merpati Rantau : Ok. Mandi gih

Ita : Siap ...

Ita menutup ponsel dan terkekeh, ini jelas aneh. Orang yang ia beri nama kontak Merpati Rantau jelas tidak mungkin akan menghampiri. Ita kelas 12 SMA sedang orang itu kuliah semester tiga di kota lain.

PNamun tetap saja Ita melakukan perintah tersebut. Ita mandi dan berdandan secepat yang ia bisa. Sneakers, celana jeans, kaos putih polos lengan pendek dipadukan dengan jaket jeans sudah Ita kenakan. Ia membiarkan rambutnya digerai. Lantas mencari roomchat atas nama Merpati Rantau dan mengabari telah siap.

Merpati Rantau : Siap apa ?

Seketika Ita ingin menangis. Benar juga katanya, siap apa? Untuk apa Ita bersiap? Toh, memang ia belum bisa berjumpa. Ita menghempaskan tubuhnya ke kasur, merutuki kebodohannya. Seseorang yang berjarak ratusan kilometer mengajaknya jalan bersama saat itu juga, sungguh Ita merasa otaknya tak berfungsi.

Tidak kurang dari lima belas menit terdengar suara salam disertai ketukan pintu di teras depan. Dengan ogah-ogahan Ita membukanya. Ita menahan napas, mulutnya melongo dan matanya mendelik. Ita benar-benar terkejut. Orang yang di depannya sudah pasti tertawa geli melihat ekspresi Ita.

"Endra?!" pekik Ita, "ini kamu? Ini beneran kamu? Kapan kamu pulang? Kamu beneran datang, aku kira enggak." Seketika Ita heboh sendiri, Ita anak pendiam tapi Endra selalu bisa memunculkan sifat cerewetnya.

Dia Nalendra Jaladri Parama atau yang Ita beri nama kontak Merpati Rantau. Tubuh jangkung, alis tebal, hidung mancung, dan senyum tipis sudah mampu menarik perhatian kaum hawa. Namun bukan itu yang menarik bagi Ita. Sifat melindungi, mandiri, dan pembawaan Endra yang tenang mampu membuat Ita menyebutnya 'rumah'. Tidak. Mereka tidak memiliki hubungan khusus, berteman sejak bertahun-tahun membuat keduanya mengerti satu sama lain.

Terik matahari masih terasa menyengat. Debur pelan ombak berbisik lambat. Butir pasir mengisi di sela-sela jari kaki yang rapat. Di ujung mata memandang tetap berujung pantai lepas. Kicau burung menjadi pelengkap lukisan Tuhan yang harmonis ditatap. Hembusan angin kencang menerpa dua anak adam yang bercengkerama riang. Beberapa bulan tak bertemu, harus mengalah pada waktu bahwa pertemuan mereka memang tak lagi bisa sesering dulu. Dua sejoli yang berbeda gender tak jarang disalahpahami sebagai pasangan kekasih. Terlihat serasi dan memang cocok satu sama lain.

Write Your Sing || ANG'S SONGFICT EVENTCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang