12. Jangan Ganggu Banci

33 8 7
                                        

--Jangan Ganggu Banci--
Song by: Project Pop

By: kharisaluv
Genre: Comedy

•••

Hari sabtu malam atau orang-orang biasa menyebutnya malam minggu itu dijadikan sebagai malam penuh keceriaan, benar? Anak muda, mungkin akan ke luar rumah dengan temannya atau berdiam diri di rumah bersama keluarga, menikmati kehangatan yang disuguhkan. Sama denganku, hanya saja kali ini aku memilih untuk ke luar rumah bersama teman-temanku. Kami akan menonton film di bioskop.

“Daf, Lo dimana? Kita udah kumpul di rumahnya Dita,” kata Sarah yang sedang bertelepon. Ya, teman-temanku itu terdiri dari enam orang, dua cewek dan empat cowok. Zidan, Adi, Regan, Nanda, Sarah dan juga Daffa, orang yang sedang ditelpon Sarah.

“Oh, Ok. Kita tunggu lima belas menit lagi yak? Ga dateng, kita tinggal,” katanya lagi sambil menutup telpon. Tak berselang lama, Daffa datang dengan motornya.

“Sorry telat, yaudah kuy berangkat,’’ ucap Daffa sambil turun dari motornya.

Kami pun mulai berangkat bersama, menggunakan mobil keluarga Sarah. Aku, Nanda dan Sarah di barisan kedua, Adi dan Zidan di barisan ketiga dan untuk barisan depann ada Daffa dan Regan. Awal nya kita hanya diam saja, hingga Daffa memecahkan keheningan.

“Lo semua tau ga sih? Gue tadi ketemu cowo jadi-jadian di perempatan, mana minta gua bonceng lagi, sumpah gua malu banget diliatin orang-orang,” katanya sambil bergidik ngeri. Membuat semua orang di mobil tertawa renyah, membayangkan.

“Susi? Atau Nimas?” tanyaku geli padanya. Ok aku jelaskan, komplek perumahan Daffa itu memang sering dilalui oleh banci-banci kaleng, ya mungkin karena dekat dengan perempatan dan tempat hiburan malam. Sementara si Susi dan Nimas itu salah satu banci kaleng yang sering beroperasi di sana.

“Susi, Dit. Gila aja gue suruh ngeboncengin dia,” katanya lagi.

“Terobsesi tuh banci sama Lo, Daff,” kata Zidan dari bangku belakang.

“Nah bener tuh kata Zidan, Lo juga sih yang salah dulu,” timpal Sarah.

“Kek karma gitu ga sih, anjir ngakak banget gua, capek dah,” ucap Nanda sambil memegang perutnya.

Ya, dari semuanya yang paling receh adalah Nanda, bahkan orang lagi makan aja dia ketawaain padahal ga ada yang lucu. Beda lagi sama Adi, diantara kita semua dia yang paling diem, kalem banget anaknya. Tapi dia paling peduli, dia bakalan jadi tameng utama kalau salah satu diantara kita terluka. Uhh so sweet kan?

“Lah gua jadi inget waktu pertama kali ketemu Susi sama Nimas. Itu waktu kita SMP kan? Geli gua kalau inget, apalagi mukanya Daffa merah banget waktu itu,” kata Regan yang masih setia memperhatikan jalan raya, karena dia adalah sopir kami saat ini.

“Berisik Lo,” kata Dafa kemudian menjitak kepala Regan yang duduk di sampingnya itu.

“Tapi bener loh Daff, kata Sarah tadi. Kalau yang mulai kan lo duluan. Sok-sok an godain banci, digodain balik muka lo merah ketakutan, salah satu momen unforgettable banget sih bagi gua,” ucapku sambil tertawa renyah.

“Goblok sih dia,” kata Adi dari belakang, membuat semuanya menoleh ke belakang demi melihat ekspresi Adi. Tetap datar, sambil memejamkan matanya.

“Wooo, santai bosku… ni orang satu kalau udah ngomong suka bikin sakit hati,” ucap Daffa dengan ekspresi dibuat-buat.

“Jijik eww, muka lo udah jelek ga usah dijelek-jelekin kek gitu,” kata Sarah sambil melemparkan bekas tisu yang dipake nya tadi.

“Lo lebih jijik Sarah, apa ini!” kata Daffa sambil melemparkan tisu itu kembali ke Sarah.

Write Your Sing || ANG'S SONGFICT EVENTCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang