Pagi-pagi sekali Ratna Bundanya Seira dan Rico Sudah pergi untuk menyusul ayahnya yang berada di Bandung.
Seira dan Rico Abang nya Mana belum bangun jam segini jadi Bundanya segera menyiapkan sarapan dan menulis pesan memberi tahu bahwa ia Harus berangkat pagi-pagi sekali.
Waktu menunjukkan pukul 06.00 Sedangkan sedari tadi alarm seira dan Rico terus menerus berbunyi untuk membangunkan dua Kaka beradik itu.
Seira pun terbangun Dari tidurnya karena terganggu oleh cahaya yang masuk lewat celah jendela kamarnya.
Ia kaget karena melihat Alarm nya sudah menunjukkan pukul 06.00 pagi dan ia baru bangun wah gawat bisa terlambat lagi ini.
"Hoaamm yah udah jam 06.00 lagi mampus deh gue terlambat lagi kan."
Seira pun segera bangun Dan lari menuju kamar mandi untuk melaksanakan ritual mandi pagi nya ini.
Selesai mandi seira pun bergegas memakai seragam sekolah dan peralatan lainnya. Untung saja semalam ia sudah menyiapkan buku lebih awal coba kalo belum ribet pasti pagi-pagi.
Seira menuruni anak tangga dengan dasi yang masih menggantung di leher nya asal dan segera memanggil Abang nya.
"Abanggggggggggg woii Lo mau sekolah kaga udah siang coyy."Teriak seira yang sedang sibuk merapikan seragam nya itu.
"Sabar dong gue lagi pake baju nih bentar kok gue gak lama dandan nya sei."
Waktu sudah menunjukkan Pukul 6.30 seira dan abang nya sedang dalam perjalanan ke sekolah. Untung nya hari ini jalanan tidak macet jadi aman.
Oiya Rico Abang nya seira memang sengaja dipindahkan ke sekolah nya seira karna disuruh sang ayah. Ya sebenarnya sih dia ogah satu sekolah sama seira yang galak judes nya minta ampun.
Tak lama pun Rico dan seira sudah tiba di sekolah. Namun sial nya gerbang sudah di tutup karena ini sudah menunjukkan Pukul 07.00 dan dimana bel sekolah sudah berbunyi.
"Nah kan gegara Abang sih semalem ganggu sei jadi telat kan kita."
"Yauda sih gitu aja ngambek. Tenang gue tau solusinya biar kita bisa masuk."
Rico pun membisikkan dan membawa seira ke belakang sekolah dan memarkirkan motornya di warung dekat belakang sekolah.
"Maksud Lo kita harus manjat hah."
"Jangan bilang Lo gak bisa manjat sei. Awas aja kalo minta tolong bantuin Lo naik ke atas gue ogah banget."
"Idih siapa juga yang mau minta bantuan Lo hah. Gue juga bisa kali bang."
"Yaudah jangan adu bacot Mulu dah langsung aja kita naik bareng."
Akhirnya seira dan Rico pun berhasil memanjat pager belakang sekolah nya tersebut namun tiba-tiba.
"Ehem ehem."
"Ehem juga." Jawab seira
"Jadi kalian ya yang manjat. Ayo kalian ikut saya."ucap pak Joko selaku kesiswaan di sekolah ini.
"Eh bapak." Jawab mereka kompak.
"Ayo kalian ikut saya."
Seira dan Rico pun mengikuti pak Joko yang berjalan lebih awal dan mereka mengikuti nya. Pasti gajauh ke toilet atau ga ke lapangan. Ya itulah hukuman yang selalu pak Joko berikan kepada siswa yang terlambat.
Ternyata benar kan dugaan seira pak Joko memberikan hukuman Hormat ke bendera sampai jam istirahat selesai.
"Kalian berdiri tegak Hormat ke bendera sampai jam istirahat selesai." Ucap pak Joko lalu pergi ke ruang guru meninggalkan kakak beradik yang sedang di hukum itu.

KAMU SEDANG MEMBACA
You Are My Boyfriend
Teen Fiction[Slow update] Kisah Seira yang harus berpisah dengan Reihan sahabat kecil nya.Lalu bagaimana Kedepannya? Bagaimana juga Tentang perasaan mereka satu sama lain yang sama-sama saling menyukai. Hingga pada suatu hari ada murid baru yang tak kalah tampa...