~ 20 ~

35 7 11
                                    


❤️Happy Reading ❤️

Cahaya pagi menyelinap memasuki celah jendela kamar gadis cantik yang sedang tertidur pulas.

Hari ini seira kembali bersekolah. Sebenarnya seira senang bisa di rumah seharian. Hanya tiduran, ngedrakor, dan ngemil. Tapi di sisi lain seira merindukan teman-temannya yang tengil itu.

Saat sedang tertidur pulas seira pun terbangun karna mendengar teriakan abangnya yang membangunkan seira untuk segera bangun dan melaksanakan mandi.

Seira menutup seluruh badannya dengan selimut yang tebal dan besar. Namun rico langsung masuk saja dikarnakan pintu kamar seira tidak di kunci.

"Dek bangun woy. Lo mau telat lagi terus dihukum? Ntar yang ada lo pinsan lagi " cerocos rico seraya membukakan selimut yang menutupi wajahnya seira.

"Abang aja duluan mandi. Udah bau comberan tau badan Abang" ucap seira sehingga membuat rico menatap seira tajam.

"Pagi-pagi ngajak orang berantem ya?" Lalu rico pun menggelitik seira tak henti-henti.

"Abang udah ih ampun. Minta maaf tadi sei lupa sebelum ngomong gak bismilah dulu" saat seira menyadari bahwa rico tidak lagi menggelitikinya, langsung saja seira segera keluar kamarnya dan segera masuk ke kamar mandi untuk melaksanakan mandinya itu.

"SEIRAAAAAA!!!"

"AMPUN BANG!!" Teriak seira di dalam kamar mandi.

***

"Sei ada yang nungguin tuh di depan" ucap bang rico kepada seira. "Iya bang bentar dulu ini lagi pake sepatu" jawab seira yang sedang sibuk memakai sepatunya.

"Bun sei berangkat ya. Assalamualaikum" ucap seira seraya menyalimi Ratna.

"Waalaikumsalam. Hati-hati dijalan sayang"

Seira berjalan kedepan rumahnya. Saat keluar dari pintu, seira sudah melihat reinaldy yang sedang menunggunya itu.

Sebuah ide jahil muncul di pikiran seira. Ia berjalan menghampiri Reinaldy dengan langkah yang pelan sekali. Seira kini sudah berada di belakang Reinaldy dan satu dua tiga.

"Tebak coba siapa" ucap seira seraya menutup mata Reinaldy dengan tangannya itu.

"Pasti ini calon doi gue yang cantik tiada tara" jawab Reinaldy sambil memegang tangan seira yang menutup matanya Reinaldy.

"Mau calon istri apa calon doi?" Tanya seira berniat ingin menggoda Reinaldy. "Dua-duanya boleh " ucap reinaldy lalu menurunkan tangan seira dan menggenggam tangannya.

"Ih apaan si modus. Ayo ah berangkat" ucap seira lalu mengalihkan pandangannya dari Reinaldy yang sedang menatapnya.

"Bilang aja lo baper kan" ucap Reinaldy lalu mengambil helm dan memakainnya kepada seira.

Seira yang kaget tiba-tiba Reinaldy memasangkan helm kepadanya. Mata mereka saling tatap lalu seira segera memalingkan pandangannya ke arah lain.

"Tahan sei Tahan gaboleh baper plis" ucap seira di dalam hati. Namun bukan Reinaldy namanya yang sudah mengetahui bahwa seira baper atas yang ia lakukan tadi.

"Yaampun sei pipi lo udah kaya kepiting rebus aja" ucap Reinaldy sambil menahan tawanya.

"Ish aldy udah dong. Ayo ih berangkat tar telat" ucap seira lalu Reinaldy pun segera menyalakan motor nya dan segera berangkat ke sekolah.

***

Sepanjang jalan seira hanya diam saja tak mengeluarkan suara sedikitpun. Kecuali jika Reinaldy mengajak seira ngobrol.

You Are My BoyfriendTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang