The Survivor

20 2 0
                                        

"Hei bangun!"

"Breng*ek bangun!"

Alexander merasakan nyeri hebat di pinggangnya, ia membuka matanya dan terbangun di sebuah ruangan. Matanya yang masih buram melihat siluet seorang wanita yang tengah berdiri di sampingnya. Alexander berkedip beberapa kali berusaha memfokuskan pandangannya, pada saat yang sama ia juga mencoba bangkit.

"Dimana aku?" tanya Alexander kepada wanita di dekatnya.

"Crotus Prenn Asylum tempat paling aman di dunia aneh ini," jawab wanita itu.

"Bangun, tidak ada waktu tenang di tempat ini," sambung wanita itu.

Alexander menduga jika ia masih di tempat yang sama, tempat penuh teror yang memainkan seluruh emosinya. Kesiagaan Alexander mencapai titik tertinggi, berada di tempat yang tidak diketahui dan orang yang tidak dikenal membuatnya sangat waspada.

"Aku Hana, Hana Evernight." Hana mengulurkan tangannya membantu Alexander berdiri.

Uluran tangan Hana disambut oleh Alexander, "Alexander, Alexander Solonik."

Nama Hana Evernight tidaklah asing di telinga Alexander, ia beberapa kali mendengar nama itu di dunia bawah. Hana Evernight, seorang wanita pembunuh bayaran dengan harga kepala yang sangat tinggi karena pembunuhan yang ia lakukan. Karena tidak ingin mengundang kecurigaan dan masalah, Alexander memutuskan bermain dingin dengan hal itu.

"Tidak perlu menyembunyikan isi pikiranmu, tidak hanya aku dan kau yang merupakan pembunuh bayaran di tempat ini." Hana mengirimkan tatapan ganasnya.

Alexander tersenyum dingin. "Heh, rupanya instingmu sangat tajam."

Hana mengarahkan jari telunjuknya ke leher Alexander, "Aku akan menganggapnya sebagai pujian, jika tidak kau mungkin tidak akan bernafas lagi."

Dengan kondisinya yang masih belum stabil, Alexander hanya bisa tersenyum kecut dengan ancaman Hana.

"Ikuti aku."

Hana keluar dari ruangan menuju ke suatu tempat dengan Alexander yang mengikutinya. Begitu Alexander keluar dari ruangan, ia menyadari jika tempatnya saat ini tidaklah asing. Tempat Alexander berada saat ini sangatlah mirip dengan rumah sakit yang ditempati oleh Dokter yang menyetrumnya hingga tidak sadarkan diri.

Semakin jauh Alexander berjalan mengikuti Hana, ia semakin yakin jika Crotus Prenn Asylum adalah tempat yang menjadi mimpi buruknya. Hana berhenti di depan ruangan dengan pintu besi diikuti oleh Alexander dibelakangnya.

Hana membuka pintu besi. "Masuk."

Alexander masuk ke dalam ruangan dengan pintu besi, di dalamnya terdapat tiga orang yang menurutnya memiliki profesi yang sama sepertinya. Dua pria dan satu wanita tengah duduk menatap tajam ke arah Alexander.

Hana masuk ke dalam ruangan dan duduk di salah satu kursi kosong yang ada di balik meja. Dengan isyarat mata, Hana meminta Alexander duduk di kursi yang ada di tengah ruangan.

"Sekarang kita sudah memiliki jumlah yang cukup, kita harus mencoba pergi ke Coldwind Farm."

"Tunggu Hana, aku belum mempercayai orang ini."

"Russel kita tidak punya pilihan lain, kau pikir sudah berapa lama kita terjebak di tempat ini?"

"Hana, Russel benar, orang ini baru saja tiba di tempat ini. Kita belum bisa mempercayainya."

"Khihihihi, Luna setuju dengan Hibiki."

Mendengar perdebatan empat orang yang baru ditemuinya, Alexander merasa agak tidak nyaman.

Alcatraz [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang