"Hei!" teriak Alexander.
Tidak ada satu orang pun yang melihat Alexander meskipun ia sudah berteriak cukup keras. Meskipun bisa menyentuh benda-benda di tempat itu tapi Alexander tidak bisa melakukan interaksi dengan orang-orang yang ada di sekitarnya.
Alexander memutuskan untuk menyimak pembicaraan yang dilakukan oleh orang-orang di ruangan itu. Tidak banyak informasi yang berguna bagi Alexander, kebanyakan orang-orang itu hanya mengobrolkan hal yang tidak berkaitan dengan tempat mereka.
"Bagaimana dengan tahanan baru yang datang?"
"Orang itu sudah diletakkan di dalam sel, kudengar orang itu cukup berbahaya."
"Hah! Apanya yang berbahaya? Apa kau lupa orang itu bahkan tidak bisa bebas?"
"Hahaha ... kau benar."
Telinga Alexander menangkap pembicaraan dua orang pria, yang menurutnya sangat berguna.
"Oh benar, aku hampir lupa untuk mengurus program untuk perempuan itu."
"Ah maksudmu Subjek-LE?"
"Ya, sayang sekali perempuan secantik itu bisa menjadi mesin pembunuh yang berbahaya. Aku akan menuju ruang kendalinya, kau ikut?"
"Tentu."
Kedua pria itu kemudian menuju salah satu pintu di ruangan yang terlihat seperti lift. Alexander mengikuti kedua orang itu untuk mengetahui apakah perempuan berambut putih yang dimaksud adalah orang yang ia pernah temui.
Selagi kedua pria itu kembali mengobrolkan hal di luar perempuan berambut putih atau Subjek-LE. Alexander memperhatikan seisi lift yang dapat menampung sekitar 10 orang itu. Sayangnya tidak ada hal lain di dalam lift yang berguna bagi Alexander.
Beberapa saat kemudian, lift berhenti bergerak dan pintu terbuka, Alexander segera berjalan mengikuti kedua pria itu. Berbagai ruangan dengan jendela kaca memenuhi pandangan Alexander. Di dalam ruangan-ruangan itu juga terlihat banyak orang tertidur dengan kepala yang ditutupi oleh sesuatu. Tubuh orang-orang yang tertidur itu juga diinfus dengan sesuatu berwarna oranye dan terlihat sedikit bercahaya.
Ada cukup banyak ruangan dengan pemandangan yang serupa di sepanjang jalan yang Alexander lewati. Lampu di sepanjang jalan membuat Alexander merasa seperti sedang dihipnotis. Langkah kaki Alexander perlahan semakin berat dan pikirannya juga mulai terasa kosong. Kesadaran Alexander kembali seperti semula begitu suara sebuah pintu yang terbuka memasuki telinganya.
Salah satu pria yang diikuti oleh Alexander segera menuju ke sebuah bilik yang dipenuhi oleh komputer dan monitor. Teks, kotak, dan lingkaran memenuhi monitor itu dan entah kenapa pria yang melihat monitor itu memasang ekspresi rumit.
"Charlie tolong bantu aku, kedatangan orang baru itu cukup mengganggu keberadaan yang tersisa," pintanya.
"Oke."
Kedua pria itu kemudian mulai mengerjakan program yang Alexander tidak mengerti apa fungsinya. Alexander mendekati perempuan yang tengah berbaring lemah di atas ranjang dengan sesuatu yang menutupi kepalanya. Jika diperhatikan lebih dekat, perempuan yang terbaring itu benar-benar tidak asing.
"Luna!"
Alexander tidak menyangka jika orang yang ia temui itu adalah Luna, salah satu penghuni Crotus Prenn Asylum yang ia temui beberapa waktu yang lalu. Sayangnya Alexander tidak memiliki sedikitpun niat untuk menyelamatkan Luna dari kondisinya itu.
"Aku tidak ingin mengalami hal buruk lain," ucap Alexander sambil memandangi Luna.
Sekitar 10 menit lebih berlalu, kedua pria yang sebelum mengurus program kini selesai melakukan pekerjaannya. Kedua pria itu tidak langsung beristirahat begitu pekerjaan mereka selesai, mereka segera keluar ruangan dan keluar dari ruangan Luna.
"Tom, haruskah kita melakukan cek selagi kita masih di tempat ini?" usul Charlie.
Tom mengangguk, "Aku setuju, tiga lainnya juga mungkin mengalami hal yang serupa seperti Subjek-LE ini."
Kedua pria bernama Charlie dan Tom itu keluar dari ruangan Luna. Alexander kembali mengikuti kedua orang itu tanpa melakukan sesuatu yang tidak berguna. Namun, Alexander tanpa sadar melakukan kesalahan yaitu menarik selang infus seorang pria di ruangan lain yang baru saja ia datangi hingga Charlie dan Tom terkejut.
"Ada sesuatu yang sebaiknya tidak kau ganggu."
Sebuah suara pria tua terdengar di kepala Alexander dan membuatnya mengalami hal aneh. Mendadak Alexander kembali ke tempat sebelumnya ia berada yaitu ruangannya Luna. Charlie dan Tom yang ia ikuti juga terlihat masih berkutat dengan program di komputer. Beberapa saat kemudian Charlie dan Tom selesai dengan programnya, keduanya kemudian meninggalkan ruangan Luna dan segera diikuti oleh Alexander.
"Tom, haruskah kita melakukan cek selagi kita masih di tempat ini?" usul Charlie.
Tom mengangguk, "Aku setuju, tita lainnya juga mungkin mengalami hal yang serupa seperti Subjek-LE ini."
Alexander kembali ke beberapa menit sebelum ia melakukan kesalahan yaitu menarik selang infus. Untuk memastikan sesuatu, Alexander kembali mengulangi kesalahannya itu, dan tiba-tiba ia dikembalikan ke ruangan Luna dengan skenario yang sama.
"Jadi aku tidak boleh menyentuh apapun yang membuat kedua orang ini menyadari sesuatu," gumam Alexander.
Kali ini Alexander tidak melakukan sesuatu yang membuatnya harus mengulang kejadian yang sama. Alexander terus mengikuti Charli dan Tom untuk mendapatkan petunjuk mengenai apa yang terjadi.
Alexander juga berhasil menemukan Hana, Hibiki, dan Russel yang juga berada dalam kondisi seperti Luna yaitu kepala mereka ditutupi oleh sesuatu. Semakin Alexander melihatnya, semakin penasaran juga ia dengan benda yang terhubung dengan kepala orang-orang di dalam ruang itu. Namun, karena tidak bisa melakukan hal selain menyentuh, Alexander tidak memiliki informasi apapun tentang benda itu.
Kegiatan Charlie dan Tom berhenti begitu mereka menyelesaikan program pada Russel, mereka kemudian kembali ke ruangan yang dipenuhi oleh orang dengan jas putih panjang.
"Sial aku masih belum mengerti apa sebenarnya tempat ini."
Alexander menghabiskan satu jamnya di ruangan itu untuk menyimak pembicaraan setiap orang, ia berusaha sebaik mungkin untuk tidak melewatkan informasi yang berharga.
Suara alarm tenang berbuny, orang-orang di ruang itu segera membereskan peralatan mereka dan keluar dari ruangan. Beberapa saat kemudian hanya Alexander yang tersisa di ruangan itu, ia kemudian memutuskan untuk kembali ke tempat sebelumnya. Alexander memasuki lift dan menekan angka yang sama seperti yang Charli tekan sebelumnya.
Tidak butuh waktu lama hingga akhirnya Alexander sampai di ruangan yang dipenuhi oleh orang terbaring lemah dengan sesuatu terhubung dengan kepalanya. Alexander mulai memasuki ruangan demi ruangan yang belum ia masuki sebelumnya.
Komputer dengan layar di dalam sebuah bilik menjadi sasaran Alexander, menurutnya komputer itu berisi tentang informasi yang ia butuhkan. Setelah lima menit berkutat dengan komputer dan sistem yang ia tidak begitu mengerti, Alexander akhirnya berhasil menemukan sesuatu yang sangat penting.
"Dokter ini!"
Alexander memandangi monitor yang saat ini tengah menunjukkan seorang perempuan yang tengah mengalami siksaan yang parah dari Dokter aneh di rumah sakit.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alcatraz [END]
Gizem / Gerilim"Mungkin masih banyak penjara yang membiarkan tahanannya hidup dengan tenang, tapi tidak dengan tempat ini." "Selamat! Kau tahanan ke 10!" "Let's play some games, if you can win this game, you're free!" Itu adalah hal terakhir yang diingat oleh Alex...
![Alcatraz [END]](https://img.wattpad.com/cover/227940819-64-k441333.jpg)