Alexander membuka matanya dan sekarang ia tengah duduk di dalam kendali Crane. Selembar kertas tertempel di kaca jendela Crane, kertas itu instruksi yang harus dilakukan Alexander.
Instruksi yang ada di kertas itu hanya satu, Alexander harus menemukan cara untuk menjatuhkan kotak besi yang menggantung di ujung Crane ke dalam laut.
"Lakukanlah dan kita akan kembali bermain," ucap Alexander, mengulang kalimat di akhir kertas instruksi.
Kalimat itu membuat Alexander merinding, tulisan rapih itu terlihat seperti pesan pembawa teror baginya. Alexander tidak ingin mengulur waktu lebih lama, ia segera mengoperasikan Crane dan berusaha untuk menjatuhkan kotak yang digantung di ujung Crane.
Tidak butuh waktu lama bagi Alexander untuk menjatuhkan kotak besi ke dalam laut lepas. Begitu kotak tenggelam dengan cepat ke dasar laut. Cahaya menusuk mata membuat Alexander buta untuk sementara waktu.
Begitu Alexander membuka mata, ia kembali ke depan Mesin Game Arcade, tapi bedanya, nama dari mesin itu kini menjadi Limped Hunt. Alexander langsung memainkan Mesin Game Arcade, hanya butuh beberapa menit sebelum akhirnya ia menggilai Limped Hunt. Game kali ini lebih mudah daripada Asylum Doctors sebelumnya.
Permainan memasuki Forest Stage, kali ini Alexander harus membunuh lima Limped yang berusaha melarikan diri dari tempat mereka. Alexander menggerakkan karakternya dari pohon ke pohon untuk mengintai. Ada kotak di sudut kanan atas layarnya yang disebut sebagai Teror Meter. Saat kotak Teror Meter mencapai batas tertentu, Alexander dapat berubah dan membunuh targetnya.
Karakter yang digunakan oleh Alexander juga memiliki kemampuan seperti Illusion, Loop, dan Gate. Pertama Alexander menggunakan Illusion untuk menarik satu Limped yang lari. Begitu Limped terkena Illusion karakternya, Alexander langsung menggerakkan karakternya untuk mencengkram Limped tersebut dan mengirimnya kembali dengan Gate. Dengan cara ini Alexander berhasil membunuh dua Limped sebelum kehabisan Teror Meter.
Alexander menggunakan Loop untuk membuat para Limped buruannya terjebak di satu tempat. Hanya saja, Loop memiliki kelemahan yaitu kemampuan itu hanya bisa menjebak Limped yang berjalan maju. Jika Limped dalam pengaruh Loop berjalan mundur, maka efek Loop akan dibatalkan. Butuh waktu cukup lama bagi tiga Limped yang tersisa untuk menyadari jika mereka harus berjalan ke arah yang sebaliknya.
Setelah terbebas dari efek Loop, Teror Meter Alexander bergerak sangat lambat hingga Game memasuki Door Stage. Alexander mengarahkan karakternya untuk membuntuti salah satu Limped yang terlihat lebih pendek.
Alexander tidak terburu-buru untuk membunuh Limped, ia memanfaatkan momen itu untuk membuat Teror Meter-nya menjadi penuh. Begitu Teror Meter penuh, Alexander langsung menggunakannya untuk membunuh Limped buruannya. Namun pergerakan Alexander disadari dan Limped yang ia ingin bunuh langsung melarikan diri darinya.
Alexander mengejar Limped itu meskipun menerima berbagai serangan dan membuat kecepatannya sedikit menurun. Kejar-kejaran terus berlangsung hingga muncul Limped lain, kini Alexander memiliki dua target.
Ketika salah satu Limped jatuh tersungkur, Alexander memanfaatkan momen itu dan menyerang Limped itu tepat ke jantungnya. Sayangnya sebelum serangan Alexander berhasil, tangan karakternya tiba-tiba saja terputus karena suatu serangan.
Limped lain muncul dan membantu dua Limped yang Alexander buru untuk melarikan diri. Alexander tidak bisa mengejar ketiga Limped itu karena Teror Meter-nya mendadak habis. Oleh karena itu dengan terpaksa Alexander mengintai targetnya dari kejauhan.
Dari kejauhan Alexander melihat ketiga Limped yang ia cari sedang berkumpul di tempat tanpa persembunyian.
"Apa yang ketiga Limped ini lakukan?" tanya Alexander–pada dirinya sendiri–selagi mengarahkan karakternya untuk mendekat.
Begitu Alexander muncul, ia mendadak jadi bulan-bulanan ketiga Limped, Teror Meter mendadak melebihi batasnya dan membuat karakternya menjadi pulih.
Meski begitu Limped masih belum menyerah dan terus menyerang Alexander dengan senjata hitam gelap mereka.
"Ini cukup menegangkan." Alexander menyeringai.
Seolah tingkat kesulitan meningkat, salah satu Limped berhasil membuat karakter Alexander terjatuh dan menerima serangan brutal pada kepalanya. Limped menyerang kepala karakter Alexander hingga karakternya tidak mampu bergerak dan mati.
"Brengs*k!" Alexander hampir memukul Mesin Game Arcade.
Butuh 15 detik bagi karakter Alexander untuk pulih dan kembali memburu Limped yang tersisa. Ketika karakter Alexander pulih, Limped yang sebelumnya menyerang karakternya tidak menyadari hal itu. Dengan memanfaatkan kelengahan Limped lain, Alexander menyerang Limped terdekatnya itu tepat pada jantung. Seketika sebuah kalimat 'You Win' muncul memenuhi layar.
Hal yang sama terjadi, di belakang Alexander muncul sebuah cahaya, tetapi cahaya yang ia lihat sedikit berwarna oranye. Namun, warna oranye itu terlihat berbeda dengan makhluk yang ada di sel penjara.
Alexander berjalan mendekati cahaya itu dan ia kembali berpindah tempat ke sebuah koridor. Koridor itu mirip dengan koridor di mana Alexander mati sebelumnya, hanya saja warna koridor itu berwarna merah darah. Di ujung koridor itu juga terdapat pintu berwarna putih dengan corak darah di sekitarnya.
"Tidak, aku tidak boleh mati lagi!" Alexander melihat sekeliling mencari sesuatu untuk membantunya bertahan.
Alexander menemukan sebuah gergaji mesin di belakangnya, itu adalah gergaji mesin yang sama seperti yang membunuhnya. Karena tujuan Alexander hanya bertahan hidup, ia mengambil gergaji mesin itu dan menyalakannya.
Samar-samar Alexander mendengar suara langkah kaki dari pintu di ujung koridor. Alexander segera menyalakan gergaji mesinnya dan menerjang ke sumber suara itu. Alexander ingin membunuh makhluk itu sebelum makhluk itu membunuhnya. Langkah kaki itu mendadak menjauh setelah Alexander berlari ke arahnya dengan gergaji mesin.
Pintu demi pintu Alexander lewati hingga akhirnya ia memastikan gergaji mesinnya untuk membuat makhluk di balik pintu lengah. Alexander memfokuskan pendengarannya dan ia mendengar makhluk di balik pintu perlahan mendekati pintu. Dengan cepat Alexander kembali menyalakan gergaji mesinnya dan menembus pintu di depannya. Alexander dapat merasakan jika ujung gergajinya menembus sesuatu selain pintu.
Setelah merasa cukup Alexander menarik gergaji mesinnya dan mengintip lewat lubang di pintu. Alexander tidak menemukan apapun di balik pintu itu, ia kemudian membuka pintu untuk memastikan. Namun, Alexander tetap tidak menemukan apapun.
"Apakah itu hanya khayalanku?"
Tidak ada darah atau apapun, tapi Alexander yakin jika gergaji mesinnya menembus sesuatu selain pintu.
Alexander berusaha mengabaikan hal itu dan menuju ke pintu terakhir di ujung koridor. Alexander membuka pintu dan masuk ke dalamnya, ia melihat sebuah patung banteng yang seluruhnya terbuat dari besi.
Patung banteng itu mengingatkan Alexander dengan penyiksaan Bruzen Bull yang ia alami. Hanya saja patung banteng itu tidak terlihat seperti alat penyiksaan dan hanya terlihat seperti hiasan.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang?"
Tidak ada hal lain di ruangan yang Alexander tempati, ia hanya melihat sebuah patung banteng dan dinding yang terlihat seperti cetakan dari patung banteng di dekatnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alcatraz [END]
Misterio / Suspenso"Mungkin masih banyak penjara yang membiarkan tahanannya hidup dengan tenang, tapi tidak dengan tempat ini." "Selamat! Kau tahanan ke 10!" "Let's play some games, if you can win this game, you're free!" Itu adalah hal terakhir yang diingat oleh Alex...
![Alcatraz [END]](https://img.wattpad.com/cover/227940819-64-k441333.jpg)