18 | Change

146 31 3
                                        

"Kak, aku masuk ya," izin Eunha sebelum memutar knop pintu.

"Sini sini, buruan," Yooa kemudian menepuk tempat kosong didepan nya, "Kamu udah beli kan?"

"Udah, pink sama coklat kan?"

Yooa kemudian mengangguk keras, "Kamu belum pernah sama sekali?"

"Sekali sih kak, tapi hasil nya jelek jadi gagal gitu," sedih nya.

"Udah bilang Jihoon?" Eunha menggeleng, mengambil tempat didepan gadis yang sedang duduk dilantai itu, "Nanti aja biar surprise,"

"Yaudah yuk mulai. Perhatiin aku ya biar nanti kita gantian,"

Keduanya sedang duduk didepan kaca besar Yooa di kamar. Mau ngecat rambut kata nya, Eunha dengan pink dan Yooa dengan coklat muda.

Yooa sih ingin memberikan kesan seorang Yooa yang berbeda dari biasanya, sedangkan Eunha hanya ingin coba-coba.

Semua ini juga ide dari Eunha baru tadi siang.

"Mereka berdua lagi ngapain?"

"Main game di kamar kak Wonwoo, bisa ngapain lain emang nya kak?"

Yooa kemudian beranjak dan mengunci pintu kamar nya, "Kalo mendadak masuk bisa rusak rencana kita,"

Eunha hanya terkekeh antusias, merasa semuanya akan berhasil baik bagi mereka berdua.

Kemudian kedua nya keluar dengan rambut yang benar-benar berbeda, membuat kedua lelaki itu menjatuhkan rahang bawah mereka.

"Won, besok ke gym lah," yang dipanggil mengangguk.

"Ngapain?" pekik Eunha sembari terkekeh.

"Bagusin badan lah gila, mereka tadi pagi yoga terus sekarang makin cantik-," Jihoon mengusap wajah nya kasar.

"Makan yuk ah," kemudian ia memasukan nasi sebanyak mungkin ke mulut nya.

"Bagus ngak?" tanya Yooa terang-terangan.

Wonwoo mengangguk, "Cantik banget,"

Yooa hanya tersenyum lebar mendengar itu, "Sengaja supaya pas kencan nanti lebih cantik,"

Kemudian Wonwoo tersedak makanan nya sendiri, kenapa juga ia menjawab pertanyaan Yooa dengan jujur itu.

Sejak itu hingga hari kencan datang, Yooa selalu merasa Wonwoo mengabaikannya.

"Kak hari ini pergi nya?"

Yooa mengangguk semangat, "Habis kelas gua langsung pigi ya, ngak usah nunggu buat makan malam,"

"Kita juga hari ini kok kak," ujar gadis itu sembari menyendokkan sereal ke mulut nya.

"Hah? Iya?"

Eunha mengangguk, "Aneh kan? Kak Wonwoo maunya hari ini juga katanya biar sekalian ngak makan dirumah," bisiknya.

Yooa menggaruk belakang leher nya yang tidak terasa gatal.

Suasana semakin aneh ketika Wonwoo keluar dari kamar berbeda dengan ia yang biasa nya. Lelaki itu tampil dengan rambut yang disibakkan ke atas memperlihatkan dahi mulus nya.

Berpakaian lebih terang dari biasa nya yang hanya mengenakan kaos putih polos dan luaran hitam.

Eunha saja tertegun melihatnya, apalagi Yooa.

"Yoo, lu ke kampus bareng gue ngak?"

Gadis itu masih berfikir, entah memikirkan jawaban atau memikirkan kenapa lelaki itu sangat mempesona nya hari ini.

"Kayaknya gue ga bakal bawa mobil sih,"

"Yauda mobil lu gue pinjem aja ya, sekalian aja ke kampus nya,"

Entah mengapa Yooa mengangguk begitu saja, masih menyebunyikan wajah nya yang sudah dipenuhi semburat merah.

Jihoon bukannya tidak menyadari hal itu, ia malah semakin mengusir kedua nya.

"Yoo, lu ada kelas pagi kan?"

Wonwoo yang melihat Yooa mengangguk langsung berinisiatif mengantarnya.

Kemudian kedua nya berada di mobil Yooa menuju kampus, dengan pakaian super cantik dan super keren, seperti akan kencan.

Kencan memang, tapi pasangannya bukan yang berada disamping nya.

Untuk apa Wonwoo melihat Yooa berdandan secantik itu kalau bukan untuk nya?

Untuk apa Yooa melihat Wonwoo sekeren itu kalau bukan untuk nya?

"Nanti malam jangan kelamaan pulang, jangan mabok lagi kalo bisa," ujar lelaki itu.

Yooa hanya tersenyum dan mengangguk, "Semoga sukses ya kencan nya nanti,"

Keduanya saling melemparkan tatapan, "Iya, lu juga,"

Gadis itu melambai dan berbalik, berusaha menghela nafas yang lega melepaskan entah apa yang menyangkut di hati nya.

"Yoo!" teriak Wonwoo dari dalam mobil meskipun sudah diklakson mobil lain dari belakang karna terlalu lama tidak bergerak dari sana.

Awalnya ia kira hanya akan menurunkan Yooa di pintu masuk kampus.

Entah kekuatan dari mana, yang penting rasanya Wonwoo seperti akan menyesal jika tidak melakukannya.

"Lu cantik banget hari ini. Lain kali kalo gue ajak kencan harus secantik ini ya?"

"Iya!" teriak Yooa kembali membuat lelaki itu melajukan mobil nya.

Gadis itu terkekeh senang.

Walau bukan berpakaian untuk nya, Yooa sudah cukup senang Wonwoo mengakuinya cantik.

Sesimpel itu kebahagiannya.

TBC

-Keipaplova21
18th July 2020

✔Home [JWW]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang