4. perubahan langit

58 4 0
                                        

"Punya pala capek mikir,gak punya pala seremm."

-Jingga Olivia

Langit memberhentikan motornya di parkiran SMA Permata. Ia berjalan menuju kelasnya,tak sedikit siswi yang menyapa nya. Tapi langit tidak menghiraukan sapaan sapaan disekitar nya ia masih memikirkan Jingga. Gadis itu selalu memenuhi pikirannya belakangan ini.

"LANGIT!." teriakan Melengking milik jingga menyeruak masuk ke indera pendengaran Langit. Langit enggan untuk menoleh ke belakang ia tetap melanjutkan langkahnya menuju kelas.

"LANGIT TUNGGUIN GUE!" Hap! Jingga menarik lengan seragam langit.

"Apa?" Tanya langit dengan dahi berkerut

"Lo kenapa?" Tanya jingga

"Kenapa apanya?"

"Lo kenapa jauhin gue?"

"Gue?" Langit menunjuk dirinya sendiri "Gue gak jauhin lo kok" lanjut nya

Jingga menghela nafas panjang "Oke kalau gitu. Mungkin cuma perasaan gue doang." Jingga tersenyum hangat
Sungguh langit tidak tahan melihat senyum manis jingga.

"Anterin gue ke perpus bentar yuk?." Jingga menaik turunkan alisnya

"Gue ada urusan" Langit meninggal kan Jingga sendirian di lorong sekolah. Dan jingga?dia benar benar heran dengan perubahan sikap langit.

"Tuh kan kan emang bener si langit jauhin gue! Tapi karena apa?" Jingga bermonolog

Disisi lain.

"Langit! Lo jauhin jingga ya?" Tanya Juki kepo

Langit mengangguk "Gue harus hati hati sama dia."

Adit menaikan sebelah alisnya "kenapa? Ada yang salah?"

Langit mengedikan bahunya acuh "Bukan cuma gue,tapi kalian juga harus hati hati sama Jingga dan Shakira"

"Emang kenapasih? Apa gara gara basecamp waktu itu?" Tanya Real

Lagi lagi langit mengedikan bahunya acuh. Langit menenggelamkan wajahnya di lekukan lengan nya yang bertumpu pada meja.

TETT

Bel sekolah berbunyi sejak tadi Jingga masih menunggu Shakira dan Clara. Mereka berdua pergi ke ruangan osis katanya ada urusan negara tapi entah urusan apa hingga jingga menunggu hampir 30 menit.

Jingga duduk di kursi yang ada didepan ruangan osis, ia benar benar jenuh menunggu dua manusia Curut itu.

"Eh neng Jingga" jingga mendongak menatap orang yang menyapanya. Juki dia adalah Juki,Jingga tersenyum menjawab sapaan Juki

"Nunggu apa ji?" Tanya Juki

"Shakira sama Clara" jawab jingga

"Mereka ngapain?" Kini adit yang bicara.

"Gatau dari tadi didalam." Jingga Mencabikan bibirnya

JINGGATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang