"maaf iya kamu nunggu nya lama"
Satu kalimat terucap, kalimat yang selama 10 tahun ini selalu dinantikan, kalimat yang mungkin tidak pernah terpikirkan akan terlontar. Akhirnya kalimat itu keluar dari mulut pria itu. Iya, pria yang sudah membuat Eve...
Awal yang baru, pagi yang baru dan suasana yang baru. Rose berjalan kearah balkon kamar dan menghirup udara pagi Amerika.
Jika biasanya dia akan mendengar teriak ibunya, maka pagi ini tidak. Jujur saja, rose sudah rindu dengan suasana rumah tapi dia tidak mungkin pulang karena baru kemarin juga dia ke Amerika masa sudah pulang lagi dengan alasan rindu.
Rose tinggal di apartemen yang tidak jauh dari kantornya, itu agar memudahkannya untuk berangkat nantinya.
Setelah selesai dengan acara 'menghirup udara pagi' rose segera bersiap karena ini hari pertamanya dikantor.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
***
Setelah sampai, rose langsung masuk dan semua orang menunduk hormat padanya. Semua karyawan disana sudah tau kalau rose adalah atasan baru mereka karena atasan sebelumnya sudah memberitahukan bahwa rose yang menjadi pengganti. Tentu semuanya tau bahwa rose adalah anak dari pemilik perusahaan ini.
"Selamat pagi bu" -ucap salah satu karyawan yang berpapasan dengan rose.
"Pagi"
Rose berjalan kearah ruangannya dan ternyata disana sudah ada sekretarisnya.
"Pagi bu"
"Pagi"
"Mau saya buatkan sesuatu bu?"
"Ah tidak usah"
Rose dan sekretarisnya pun membicarakan pekerjaan mereka. Oh iya, sekretaris rose adalah cha eun woo.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Oh iya, mereka satu ruangan iyh.....
***
Sekarang waktunya makan siang. Rose ingin pergi ke kantin tapi pekerjaannya belum selesai. Alhasil dia masih di ruangannya berkutat dengan laptop dan berkas²nya.
"Apa ibu tidak mau makan siang?" -tanya eun woo saat melihat rose masih sibuk dengan laptopnya.
"Nanti dulu. Pekerjaan saya belum selesai" -jawab rose tanpa mengalihkan pandangannya.