🍒14

6 3 0
                                        

●●●

Setelah sampai di tempat tujuan, semua murid Onefee turun dari bus satu persatu.mereka diperbolehkan untuk memasang tenda dengan kelompoknya masing masing,1 tendanya di isi untuk 5 orang tetapi tidak dengan laskar mereka 1 tenda 6 orang

"Heh pasukan bodrex! Kalian gaboleh satu tenda, bisa-bisa ancur tenda kalian kalau kalian di satukan!"omel pak Hendrik, selaku guru bk dan guru killer kedua setelah bu Indah.

biarin, siapa suruh di suruh cari kelompok sendiri-sendiri—batin Zadath, laknat emang.

"Pak gapapa lah, lagian tenda kita kan juga besar, lebih besar dari yang lain!" jawab Ferdy. Benar, memang tenda laskar tenda yang paling besar, pasangnya di tengah-tengah barisan tenda lain pula.

"FERDY, KAU KALAU BAPAK LAGI NGOMONG NYAHUT AJA, GAK SOPAN KAU YA!"

"Pak kalo gitu Bapak telat lah, benar kata Ferdy pak tenda kita besar kan jadi muat lah 6 orang, lagi Bapak juga telat banget ngasih taunya kalau diantara kita keluar tenda satu orang gak ada yang mau nerima lagi, karena mereka udah pada pas, 1 tenda 5 orang." papar Firzi.

"Terserah kalian lah, mengelak saja kalau di kasih tau!" ucap Pak Hendrik pasrah, kemudian membalikan tubuhnya dan berjalan mengecek murid-murid lainnya.

"Kok di bilang pasukan bodrex sih sama Pak Hendrik?" bisik Zadath tepat di telinga Alka.

Alka yang di tanya malah cekikikan, semakin menjadi jadi malah. Membuat kelima temannya menatap bingung, seolah memberi tatapan 'kenapa tuh anak?'

"Sarap lo Ka! Di tanya malah cekikikan!" hardik Zadath karena pertanyaannya tidak di jawab olehnya, malah di ketawakan seolah yang Zadath tanyakan adalah hal yang lucu bagi Alka.

"Hahaha, Van lo aja dah yang jelasin hahah." tak di sangka sekarang Alka malah guling-guling di dalam tenda menahan perutnya yang sakit akibat ngakak.

"Kenapa sih dia? Gila? Gak waras? Sakit jiwa?Apa gimana?" tanya Ferdy ngeri melihat Alka seperti itu.

"Kadang gue juga suka mikir punya temen kok gini semua," celetuk Firzi, sambil menatap Alka dengan menggelengkan kepalanya.

"Gini, gimana?" tanya Ragil, bingung.

"Emang lo kenapa Za? kok bisa sih si Alka kaya gitu? Ngakak banget kayanya." tanya Evan karena ia tahu Alka ngakak karena di bisikin Zadath, tapi Evan tidak tahu apa yang tadi di bisikannya.

"Gue kan tadi tanya kenapa Pak Hendrik manggil kita pasukan bodrex? Aneh aja.Dia malah kena mental gitu!"

"Hahaha." seketika suara tawa itu meledak, bagaimana tidak? Memang lucu!Lucu sekali. Ada banyak humor di balik julukan sayang Pak Hendrik itu kepada mereka.

"Yang ada gue deh yang ngerasa kenapa punya temen kaya gini semua? Di singapur temen gue kaku-kaku semua, eh di sini?Ahh rasanya gue pengen pindah planet aja."umpat Zadath, kesal.

"Lucu anjir Za, lo mau tau gak kenapa julukan sayang itu buat kita?" Firzi menjeda tawanya, berniat bercerita pada Zadath.

"Kenapa emang?"

"Jadi tuh, sebelum lo pindah ke Onefee gue sama kunyuk-kunyuk ini bikin masalah...

#Flasback on

"Kalian ini telat saja! Mau jadi apa kalian?baru kelas dua belas aja udah sok begini.mau nerusin jiwa-jiwa fatkan sama temen temannya?!"bentak seseorang pria tua di depan pos satpam dengan sangat geram melihat anak murid nya datang terlambat hampir masuk jam istirahat pertama.

Thursday SweetCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang