Lyra berjalan di antara Gavin dan Faras. Mereka menuju kantin yang berada pojok bangunan sekolah. Sepanjang koridor Lyra mendapat tatapan sinis dari teman seangkatannya. Namun gadis itu ‘tak peduli, mengembuskan napas dan memasang muka datar.
“Ra, siapa sih yang sebarin gosip murahan kayak gitu? Gue heran deh, udah lama juga masih aja diungkit. Udah jelas Farel yang nembak elo,” tukas Faras dengan sinis.
“Ya mana gue tau siapa. Udahlah gak usah dipikirin.”
Gavin yang berdiri tepat di samping Lyra menoleh. Anak itu tersenyum dan mengangguk pelan. Seakan Lyra paham dengan maksud Gavin yang menyemangatinya. Gadis itu pun membalas dengan senyuman kecil pula.
Farel gimana, ya? Pasti temen-temennya pada gibahin gue lagi, batin Lyra dengan yakin.
Mereka sampai di kantin dan duduk di tempat biasa. Pandangan Lyra menyusuri tiap sudut kantin, mencari sosok yang selalu ada di pikirannya. Namun, entah mengapa kali ini Farel ‘tak terlihat sedikit pun. Meja yang biasa Farel gunakan bersama teman-temannya pun kosong.
Farel ke mana, sih. Tumben! keluhnya dalam hati. Lyra pun hanya bisa mendengkus.
“Hei, mau makan apa?” tanya Gavin yang membuyarkan pikiran Lyra.
“Eh ... emh, kayak biasanya aja,” jawab Lyra dengan gugup.
“Lo kenapa, sih?” tanya Faras bingung. Namun refleks mata gadis itu ikut menyusuri tiap sudut kantin. Ia pun berdecak.
“Oohhh ... pantesan. Pangerannya gak ada, sih di sini.” Ia pun tertawa.
Lyra hanya memutar bola matanya malas. Gavin pun beranjak pergi untuk memesankan dua wanita cantik itu makanan. Begitu Gavin ‘tak terlihat. Faras tiba-tiba mengucapkan sesuatu yang sempat membuat Lyra gugup.
“Ra, lo pernah pacaran gak sama Gavin?”
Napas Lyra ‘tak beraturan. Selama ini, meski mereka sudah mengenal dari pertama masuk SMA. Lyra sama sekali ‘tak pernah menceritakan apa pun pada Faras. Faras teman satu-satunya yang ia miliki. Bagaimana reaksinya jika tahu temannya ini adalah penghianat yang suka memainkan perasaan orang.
“Gak,” jawab Lyra dengan cepat.
“Masa lo gak pernah pacaran sama Gavin. Gak percaya gue. Apa lagi kalian temen lama.”
Lyra ‘tak segan mencubit hidung Faras dengan gemas. Namun tetap saja yang punya meringis.
“Sakit, Ra!”
“Biarin. Denger, ya. Temenan lama belum tentu bakal pacaran.”
“Siapa tau aja. Lo gak ada yang lo sembunyiin dari gue ‘kan, Ra?” tanya Faras lagi memastikan.
“Gak ada , Ras.”
Kini keduanya kembali diam. Hingga akhirnya Gavin datang membawa nampan berisikan pesanan mereka. Ketiganya menikmati bakso dengan tenang.
“Ra ... tumben Farel gak kelihatan?” tanya Gavin di tengah kegiatan makan mereka.
Lyra mengangkat bahunya dan menggeleng. “Entahlah, gue juga gak tau,” ucapnya.
Gavin pun tersenyum kecil.
🍃🍃🍃
Di antara barisan rak buku, Farel menatap ‘tak percaya pada gadis yang ada di hadapannya kini. Gadis itu juga menatapnya dengan acuh.
“Mau lo apa, sih, Bunga?”
Ya, kini Farel sedang bersama Bunga di perpustakaan. Tempat ini paling aman bagi Farel.
KAMU SEDANG MEMBACA
Permainan Takdir ✔
Romance[COMPLETED] [OTW REVISI] 'Cinta 'tak pernah salah, keegoisanlah yang membuat cinta itu menjadi salah.' CERITA INI AKAN DIIKUTSERTAKAN DALAM EVENT ONE DAY ONE CHAPTER CHALLANGE BATCH 3 START 25 JUNI - FINISH 25 JULI 2020
