"Tumben hari ini rame banget, ngga kaya biasanya" heran Ae Ra
"Kayanya sama aja deh Ra" balas Min Dae
"Ngga, kitanya aja nih yang kejebak di tengah gini yuk ah mundur aja" ajak Na Ra
Kami pun mundur untuk menghindari sesak nafas di dalam sana. Lalu pindah haluan ke kantin samping yang tampaknya cukup lenggang.
"Huft akhirnya kita terbebas dari gerombolan para zombie kelaparan" celotehku karena saking brutal para manusia di kantin tengah itu.
Setelah berhasil membeli jajan kesukaan masing-masing, kami pun nongkrong sebentar di meja yang sudah disediakan di depan kantin tersebut.
"Kamu beli apa Hyo?" Tanya Soo Ra
"Snack bucin gan warnanya bagus banget gilak" puji Hyo Rin kepada sang snack
"Sejak kapan Hyo Rin bucin?" Tanya Ae Ra
"Sejak negara api menyerang" jawab Ryu Hee
"Ah aku mau ngomong itu duluan lo Hee" celotehku lagi karena keduluan
"Telat sih" sarkas Ji Ri yang berhasil membuatku tidak mood lagi untuk berbicara. Sampai aku pun mengalihkan pandanganku dari mereka dan beralih ke kerumunan tadi.
Awalnya yang kulihat hanya kerumunan tadi yang semakin lama semakin menjadi-jadi. Tetapi, saat kudongakkan sedikit kepalaku aku sudah bisa melihat ada beberapa sosok pria yang akan menuju ke sini karena terlihat mereka juga menghindari kerumunan.
Tidak salah lagi dugaanku bahwa salah satu dari gerombolan itu pasti ada Park Jimin. Terlihat dia berjalan sambil dirangkul temannya yang kukenali bernama Yo Dam.
"Kyung, siapa tuh yang dateng" goda Soo Ra di sampingku. Aku hanya tersenyum tipis menanggapinya
"Eh Kyung" ucap Na Ra memberi isyarat lewat matanya sambil melirik ke arah Jimin akan datang
Tiba-tiba mereka berunding yang aku tidak tahu membicarakan apa. Karena aku tidak diajak dan aku juga tengah sibuk menata diri saat nanti Jimin lewat di depanku. Setelah mereka selesai berunding, aku merasakan gelagat aneh dari mereka yang mulai bergantian melirik aku dan Park Jimin bergantian.
Sebelum aku menyadari aksi mereka, Park Jimin juga teman-temannya sudah lewat di depan kami. Dan tahu apa yang terjadi?
"PARK JIMIN DICARI JUNG KYUNG NIH!!!!" Teriak mereka tidak tahu malu.
Sontak saja yang terpanggil dan tidak terpanggil pun menoleh ke arah kami dan aku pun jadi yang paling dipermalukan karena namaku terekspos begitu saja di hadapan temannya Jimin.
Ah aku bisa gila.
Jimin hanya menoleh sambil tersenyum malu. Sedangkan aku sudah kelabakan menutup mulut mereka yang sedari tadi berteriak begitu terus. "Ish malu tau" kesalku pada akhirnya
"Buat latihan Kyung siapa tahu nanti lebih malu lagi" sarkas Ji Ri kembali dan aku hanya mengangguk saja, pasrah.
"Jimin, ada Jung Kyung loh. Ngga mau ngomong apa dulu gitu? Dicariin dari pagi tau" ucap Ryu Hee tiba-tiba yang pasnya lagi Jimin belum jauh dari kami.
"Ryu?" Kulayangkan tatapan tajam padanya. Tapi yang ditatap hanya acuh dan yang ditanya malah menjawab "Hai Jung Kyung Noona" sapanya sambil melambai padaku.
Hah!?!? Aku tidak salah dengar dan lihat kan?
Sejak kapan Jimin berani menyapaku terang-terangan begini biasanya jika bertemu kami hanya saling melempar senyum malu atau bersembunyi di balik punggung teman masing-masing.
Ada yang aneh!! Tapi kenapa keanehan ini membuatku sedikit.... senang?
Ah molla. Pikiran dan hatiku sangat kacau saat ini. Aku berusaha mati-matian menahan untuk tidak lepas kendali. Karena aku ingin sekali memeluknya saat ini, salah sendiri senyumnya itu kenapa manis sekali sih.
Ya! Park Jimin bisa tidak jangan tersenyum terlalu lebar di depan banyak orang hanya boleh padaku saja!!
Dengan tidak tahu malunya dia pergi begitu saja setelah memporakporandakan hatiku.
Dasar pria!
▫▫▫
Aku tidak tahu apa yang terjadi pada Jimin. Tapi akhir-akhir ini kenapa sikapnya seperti menunjukkan kalau dia membalas perasaanku?
Aku tidak mau terlalu berharap tapi sikapnya yang begini justru yang membuatku bingung. Satu hari dia sangat baik bahkan, beberapa kali kami bertemu dia tertangkap juga sedang melihatku. Aku tidah tahu apa yang ada dipikirannya.
Seperti sekarang ini, kami sudah berada di gerbang samping. Iya, sudah waktu pulang sekolah. Dan aku menemukan Jimin baru saja keluar dari kelasnya bersama beberapa temannya.
Awalnya aku tidak menyadari sampai Soo Ra menepuk bahuku memberi tahu keberadaan Jimin. Sial, kenapa ketampananya berambah begitu pesat? Hanya selang beberapa jam dia sudah semakin tampan. Diberkahilah yang menjadi pendamping hidupnya kelak.
"Jimin!! Jung Kyung Noona nih" seru Soo Ra jelas sekali membuatku senang sekaligus malu. Banyak yang melihat. Bagaimana jika Eunsang juga lihat apa dia bakal risih adik sepupunya punya hubungan denganku? Ah mikir apa aku ini.
Yang dipanggil membalikkan badan lalu menoleh. Tidak segan untuk menghentikan langkahnya sejenak untuk memberikan senyum tipis padaku.
Aku membalasnya dengan senyum kikuk yang aku rasa dia akan risih padaku. Saat dia melanjutkan langkahnya, aku merasa lega karena debaran ini pun jug mulai reda.
"Ish Soo, ngga usah dipanggil" kesalku pada Soo Ra
"Kamu tuh lo Kyung udah dipanggilin malah gitu aku males deh sama kamu" kesalnya balik
Oke, aku salah.
"Ah iya iya. Mianhae.. nee?" Bujukku supaya dia tidak sebal padaku lagi bisa berabe urusanya huft.
"Besok ngga aku panggilin lagi" jawabnya sambil melipat tangan di depan dada.
Wah gawat nih kalau udah gini
Saatnya mengeluarkan jurus ampuh serbaguna. "Aaaaaa Soo Ra-ya~ jangan gitu dong aku ngga akan gitu lagi deh janji. Aku tadi cuma bingung ngerespon gimana tau kan ung.." mohonku padanya supaya amarahnya reda.
"Ish iya iya hih" balasnya pada akhirnya.
Yes!! Apa aku bilang ampuh kan? Ahahaha Jung Kyung gitu lo
Sehabis selesai dengan Soo Ra, aku tidak sengaja melempar pandangnku ke arah di mana Jimin pergi tadi. Dia berjalan sambil merangkul bahu teman di sebelah kananya. Kulihat lamat-lamat punggungnya yang cukup lebar sampai tiba-tiba dia menoleh ke belakang dan tersenyum manis setelah berbincang kepada temannya entah apa aku tidak tahu.
Tapi yang pasti aku yakin dia tersenyum padaku. Dilihat dari gerak-geriknya setelah lewat di depanku tadi siapa lagi yang barusan berinteraksi dengannya selain aku?
Temannya pun terlihat seperti memberi isyarat untuk menoleh ke belakang tadi dan hebatnya Jimin menurutinya walaupun sempat ragu untuk menoleh. Aku bisa tau karena aku memperhatikannya dengan teliti berusaha menguping pembicaraan mereka. Tapi sayangnya mereka sudah cukup jauh.
Andai saja aku aku tahu apa yang mereka bicarakan. Ah! hal sepele ini sudah cukup mampu membuatku tidak tidur semalaman memikirkannya. Dan berakhir mengirim satu pesan untuk Jimin sebelum pergi tidur. Yang biasanya akan melahirkan pembicaraan malam yang ringan.
Annyeong💕
Karena chap kemarin dikit banget jadi chap ini aku bikin cukup panjang ya...
Wahh gimana chap ini? Ada yang bisa nebak karakternya Jimin? Apa dia punya rasa sama Jung Kyung atau engga?
Jawabannya ada di chapter"berikutnya ya..
See you next chap~
#salamhangatauthor✌
To be continued
KAMU SEDANG MEMBACA
NOT BAD [PJM]
Teen FictionKetika sebuah senyuman mampu meluluhkan hatimu Ketika sebuah tatapan mampu menghipnotismu Ketika seseorang mampu membuat jatuh pada pesonanya berkali-kali Saat itulah kau akan merasakan hal berbeda dalam dirimu
![NOT BAD [PJM]](https://img.wattpad.com/cover/226669281-64-k383809.jpg)