Biarlah kupendam sendiri
Agar tetap tersimpan dalam hati
Kehangatan yang kau bagi
Tak kan pernah terganti
Semilir angin musim panas, menghembus
Menerpa relung hatiku
Memanggil namamu dalam isak
Yang takkan pernah kau ketahui
--not bad--
Hampir seminggu sejak hari terakhir ujian akhir semester selesai.
Hari ini, saatnya persiapan untuk acara akhir tahun yang akan dilaksanakan minggu depan. Akan dilaksanakan pertunjukan setiap ekstrakurikuler di tengah lapangan. Entah siapa yang mengusulkan, tapi hal inilah yang aku tunggu dari kapan hari dan baru tercapai saat aku akan segera hengkang dari sekolah ini.
Hmm....perpisahan yang manis
Hal yang paling disukai para siswa adalah saat sang guru ada rapat mendadak atau cuaca yang mendukung untuk bersantai sambil menenggelamkan wajah ke ceruk buku. Dan kini, aku merasakan keduanya. Sungguh, nikmat.
"Ahh aku harap semoga hujannya awet sampai waktu yang tidak ditentukan"
"Setuju So" angguku
"Lihat tuh, yang lain udah pada mulai bahas buat acara minggu depan" ucap Ji Ri sambil mendongakan dagunya menunjuk ke arah segerombolan di pojok depan.
"Ah gitu ya, yaudah sih ngapain dipikir ya" sewot Ae Ra
"Kan kita pendekar gadungan ya ga?" Na Ra mendominasi yang disetujui semua, serentak.
"Udah jarang latihan, latihan juga kalau mau aja, emang kita engga niat jadi atlet bela diri deh kayanya" timpalnya
"Betul sekali kita kan atlet cuma sampai sabuk merah itu aja abal- abal" tambah Hyo Rin dan kita semua serentak tertawa. Lebih tepatnya menertawakan nasib malang diri sendiri bersama-sama.
Sampai tiba....
"PERMISI!!! YANG IKUT BELA DIRI DIMOHON BERKUMPUL DI LAPANGAN BASKET. SEGERA!"
Aba-aba dari ketua kami yang baru sudah terdengar di depan pintu kelas.
Segera saja kami berlari gelagapan keluar kelas. Sesampainya di sana terlihatlah sosok pelatih kami Bu Choi Moo Yeong. "Ini sudah kunpul semua kan?"
"Sudah bu" jawab kami serentak
"Oke. Jadi gini ya kita akan menujukkan jurus-jurus dasar, semua ikut dan sparing untuk yang laki-laki, mengerti?"
"Iya bu"
"Oke. Sekarang kita atur posisi." Kami pun berlatih untuk persiapan acara. Latihan hari ini hanya sekadar menentukan posisi dan pengenalan rangkaiannya. Lalu, setelah itu kami kembali ke kelas. Kami masih mempunyai cukup waktu untuk menyiapkan misi sampai tiba harinya.
Esoknya kami kembali berlatih. Namun, seusai waktu sekolah di taman kecil dekat ruang tata usaha. Kami sudah mulai mempelajari full rangkaiannya dari awal masuk sampai akhir.
Aku bersemangat untuk segera menyelesaikannya sebelum hari mulai gelap karena kami latihan di sore hari. Tapi, pemicu semangatku itu hadir 10 menit sebelum latihan dimulai. Tepatnya saat aku memergoki di lapangan utama ada kelompok lain yang juga sedang berlatih. Iya. Kelompok baris-berbarisnya Park Jimin. Tidak ingin berpaling saat aku langsung menemukannya yang sedang berdiri di tengah menatap ke arah depan sambil menyisir rambutnya kebelakang.
"Kyung! Jungkyung!! WOI!"
Kaget. Segera kupalingkan pandanganku ke arah sumber suara yang ternyata adalah Hyo Rin. Buru-buru aku kembali karena tugasku memegang peranan penting, yaitu sebagai center.
KAMU SEDANG MEMBACA
NOT BAD [PJM]
Teen FictionKetika sebuah senyuman mampu meluluhkan hatimu Ketika sebuah tatapan mampu menghipnotismu Ketika seseorang mampu membuat jatuh pada pesonanya berkali-kali Saat itulah kau akan merasakan hal berbeda dalam dirimu
![NOT BAD [PJM]](https://img.wattpad.com/cover/226669281-64-k383809.jpg)