-ᐧ 𝕊𝕖𝕠𝕟𝕘𝕙𝕨𝕒 𝕩 𝕠𝕔 ver.【✓】
❝ Dek? Inget ga? Waktu umur kamu 6 tahun, kamu bilang suka sama saya karena saya ganteng❞
Incest/? Heem, ada sedikit '++' nya.
Gue gada niatan copyright, makannya baca aja..hehe:3
: : published start : 5 , mei - 2...
"Dek, yg kemaren gausah dipikirin ya?" Ucap seonghwa pas theya turun dari mobilnya.
"I-iya kak. Ga aku inget inget lagi kok."
"Sipp. Sekolah yg bener ya."
Theya ngangguk dan lari masuk ke sekolahnya. Seonghwa pun lanjut ngejalanin mobil menuju kampusnya.
Sesudah sampe, dan parkir, seonghwa jalan ke cafe tempatnya nunggu sebelum waktu masuk kelas yg seharusnya. Karena emg tempat nongkrong seonghwa sama hongjoong, di meja favoritnya udah ada hongjoong yg lagi ngotak ngatikin laptopnya.
"Joong." Panggil seonghwa sambil narik kursi, terus dia ikutan duduk.
"Yes?"
"Kalau kamu suka sama sepupumu sendiri, gimana?" Tanya seonghwa.
"Maksudnya?" Hongjoong mengalihkan pandangannya dari laptop.
"Iya.. kamu pasti punya sepupu yakan? Kalau kamu suka sama dia gimana?"
"Hm.. di keluargaku sih yg begitu susah. Tradisi turun temurun keluargaku ngelarang keras pernikahan sedarah.."
"Kenapa?"
"Hey, satu dunia pun tahu kalau keturunan dari hasil pernikahan sedarah itu ga ada yg beres."
"Hm.. beneran?"
"Down syndrome, kelainan muka seribu, autisme. Itu semua karena sel genetik orang tuanya memiliki kesamaan, dan pasti akan mengalami kecacatan.."
"Bahkan beberapa agama pun melarang seseorang mencintai sudaranya."
"Jika mencintai saudara, kita sendiri pun tidak akan paham maksud kita mencintainya. Entah mencintai untuk di nikahi, atau mencintai untuk melindungi sebagai seesama anggota keluarga."
Seonghwa mengangguk ngangguk dan mengedarkan pandangannya pada sekeliling cafe. Selesai menjelaskan banyak hal pada seonghwa, hongjoong menyedot kopi yg dipesannya tadi.
"Sepertinya aku tidak bisa menyukai sepupuku."
'OHOK!'
ᚔ
"HEH! Ngelamun aja cewe, kiw!" Seru lucy.
Theya yg asalnya ngelamun, tiba tiba sadar terus noleh ke lucy.
"Iye gue cewe. Emgnya elu? Gender masih dipertanyakan." Celetuk theya.
Tiba tiba jongho sama wooyoung dateng sambil ketawa. Lucy yg ngeliatnya cuman dengus dengus aja kesel.
"Gue cewe ya!!"
"Cewe sih, tapi gada anggun anggunya. Pfft!"
"Makan pizza kaki diangkat satu. lu pikir sofa gue kursi warteg ha? Awokawk"
"Ih! Lu bedua becanda mulu! Liat nih si theya dari tadi diem diem bae!"
Semuanya langsung ngeliatin theya, yg diliatin cuman senyum senyum karena ga ngerasa ada masalah.
"Kenapa, ya? Cerita sini sama gue." Ucap wooyoung sambil menyentuh pundak theya.
Wooyoung duduk di sebelah gue, nunggu gue cerita.
"O-okay, gue ama lucy beliin minum dulu ya. Ayo, cy! Buruan!"
Jongho sama lucy pergi ninggalin theya. Bukannya cerita, dia malah balik kagi ngelamun. Sekali lagi, wooyoung nyentuh pundak theya sambil ngomong,
"Heyy"
Theya menghela nafas, dan mulai menceritakan kejadian kemarin tentang arti nama theya. Setelahnya wooyoung cuman ngangguk ngangguk.
"Menurut lu, gimana young, kalau lu suka sama sepupu lu sendiri?" Tanya theya.
"menurut gue.."
"..bisa mutusin tali persaudaraan kalau lagi berantem yaga sih?"
"Eum.. iya juga sih.."
"Temen gue orang tuanya juga sepupuan. Ya kebanyakan hasil pernikahan sedarah anaknya ga ada yg beres kan..? Nah, yg gaberes sama temen gue ini, mentalnya."
".. di tambah lagi, orang tua temen gue yg itu tuh, sekarang udah cerai. Lu bayangin dah, dia punya kelainan mental, orang tuanya masih satu keluarga, dan karena mereka cerai, keluarga juga jadi bingung mau ngebela siapa, alhasil sekarang temen gue itu bener bener sendiri, no family, no friends. Temennya cuman gue." Cerita wooyoung panjang lebar.
ᚔ
San hanya bersembunyi di balik selimutnya setiap kali mendengar seorang wanita mulai berteriak, dan setelahnya terdengar suara hantaman yg cukup keras.
San begitu ingin menelfon wooyoung, tapi ia tahu ini masih jam sekolahnya. Ia tak bisa berhenti memanggil nama wooyoung sambil menangis.
"Aku adalah kepala keluarganya disini!" Terdengar suara berat seorang pria yg menjadi lawan bicara wanita yg sebelumnya sudah berkali kali berteriak.
"Tapi kita sudah cerai!!"
Satu hal yg paling san benci adalah mendengar kata kata yg menjuru pada perpisahan, salah satunya kata 'cerai'. Ia akhirnya mengambil hpnya untuk menelfon wooyoung.
'Yep? Halo, sayang. Kau sudah makan?'
"W-wooyoung. Bisa kau hiks! Jemput aku? Aku tidak kuat disini hiks!"
'Kau kenapa?!'
"Ibuku terus mengingatkan tentang perceraiannya dengan ayahku, dan.."
Selanjutnya, san terdiam dan ia membiarkan wooyoung mendengarkan teriakan ibunya,
"KAU TIDAK PANTAS MENJADI AYAHNYA SAN, BAHKAN KAU TIDAK PANTAS MENJADI SEPUPUKU SEKALIPUN!!!"
ᚔ
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
ᚔ
Tolong untuk yg mengerti komen di kalimat terakhir biar yg gangerti jadi ngerti;)