ᣞ°ᚐ 𝟑 𝟎 ⸙᳞ᐧ

848 129 10
                                    


Sebelumnya, di trotoar.

Karena wooyoung emang ga bawa mobil hari ini, dia sama theya jalan buat pulang ke apartemennya seonghwa. Saat sudah didekat gedung apartemennya, wooyoung berhenti.

"Kenapa berhenti, young?" Tanya theya sambil balik badan.

"Udah mau pisah lagi, padahal gue masih pengen lama lama sama lu.."

"Yaelah young, masih ada besok kali." Theya senyum kecil ngeliat wooyoung yang daritadi lesu gitu. Ngeliat theya senyum wooyoung ikutan senyum.

"Theya.." wooyoung jalan ngedeketin theya.

Wooyoung meluk pinggang theya sebelum dia ngelangkah mundur. Wooyoung bisa ngeliat muka kagetnya theya, dia juga bisa ngerasa tangan theya ada di dadanya.

Ga peduli ada berapa banyak orang yang ngeliatin, wooyoung pelan pelan narik tengkuk theya. Perlahan lahan jarak antara bibir mereka semakin terkikis. Tapi,




"Maaf, young. Gue gabisa." Ucap theya sambil dorong dada wooyoung pelan.

"Gue pulang duluan ya." Pamit theya dengan kepala tertunduk. Lalu ia pergi ninggalin wooyoung yang mematung di tempatnya.

Ia memasuki gedung apartemennya, dan menaiki lift ke lantai dimana apartemen seonghwa berada. Begitu ia keluar dari lift, pemandangan yang ia lihat adalah

"Aku bercanda, ku maafkan juga soal itu.." theya melihat seonghwa yang sedang mengusap kepala suyeon lembut.

"Pulanglah, kau harus bersiap siap untuk hari esok. Hati hati di jalan." Ucap seonghwa sambil tersenyum pada suyeon.

Suyeon mengangguk, dan ia memutar badannya hendak pergi. Tapi saat melihat ke belakang, suyeon tiba tiba berhenti, seakan terkejut melihat theya.

"Kak seonghwa.." lirih theya.

"Suyeon, pulang lah." Ucap seonghwa pada suyeon. Suyeon pergi melewati theya dan memasuki lift.

Setelah melihat kepergiam suyeon, tangan theya ditarik masuk ke dalam apartemen oleh seonghwa.

"Kaka beneran bercanda ngajak aku pacaran?!" Tanya theya yang mulai emosi.

"Disini yang bercanda siapa sih? Maksud kamu apa kemaren nyium saya, besoknya nyium wooyoung?!"

Theya terdiam sesaat.

"Aku ga nyium dia."

"Kamu pikir saya ga liat?" Balas seonghwa dengan smirknya.

"Kalau kamu suka sama wooyoung, tinggal jawab 'aku gamau pacaran sama kaka' gausah nunda nunda ngejawab pertanyaan saya kyk gini!" Seonghwa pelan pelan jalan ngedeketin theya.

"Kalau kamu suka wooyoung, jangan ngasih saya harapan!!"

"Kalau kamu suka wooyou--"

"AKU SUKANYA SAMA KAKA!!" Potong theya.

Kali ini seonghwa yang tertegun.

"Tatapan kaka bikin aku lupa kalau kaka itu sepupu aku.."

"..Tapi setelah itu, aku inget kalau kita masih satu keluarga." Ucap theya dengan mata yang berkaca kaca.

"Iya, wooyoung hampir nyium aku, tapi aku tolak dia karena aku inget sama kaka." Ucap theya penuh penekanan

"Wooyoung balik jadi normal.."

"..kalau aku ga milih kaka." Theya menitikan airmatanya.

"Aku sukanya sama kak seonghwa, bukan sama wooyoung."

Seonghwa masih terdiam. Dia ngerasa bersalah karena sudah menuduh theya kalau ia menyukai wooyoung. Padahal itu hanya masalah sepele.

"Aku butuh waktu buat sendiri lagi, aku mau ke rumah lucy."

Theya yang hendak pergi untuk membereskan barang barangnya, ditahan oleh seonghwa.

"Kaka aja yang pergi. Kamu disini aja." Setelah mengucapkan itu, seonghwa pergi membereskan barang barangnya di kamar.

Lalu ia pergi membawa tas yang lumayan besar tanpa pamit pada theya.





Hongjoong berjalan sempoyongan menuju pintu rumahnya. Ia sedang tidur, tapi bel rumahnya berbunyi terus menerus hingga membuatnya terbangun.

"Iya! Tunggu sebentar!!" Ucap hongjoong.

Begitu ia membuka pintu, ia melihat seonghwa dengan muka datarnya, sambil menggendong tas ransel yang cukup besar. Dengan tangannya yang masih terus menekan bel rumah meski pintunya sudah dibuka.

"Bisakah kau berhenti melakukan itu?" Tanya hongjoong tak kalah datar.

"Aku akan menginap disini." Jawab seonghwa sambil main masuk ke dalam rumah hongjoong.

"Harusnya itu jawaban untuk pertanyaan 'untuk apa kau datang kemari?' " monolog hongjoong sambil menutup pintu rumahnya.

Hongjoong mengikuti seonghwa setelah menutup pintu rumahnya. Lalu seonghwa duduk di sofa ruang tengahnya, dan menaikan kakinya.

"Silahkan duduk tuan." Celetuk hongjoong sambil memutar bolamatanya.

"Sampai kapan kau akan menginap disini?" Lanjut hongjoong.

"Sampai seseorang bilang ia rindu padaku dan menyuruhku pulang." Seonghwa memejamkan matanya sambil menyenderkan kepalanya pada sofa.

"Baiklah, selama itu.."

"..jangan coba coba meminum wine milik ayahku lagi."

ᚔ

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

KAK! || ⎷Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang