7 - Broken Heart

370 24 6
                                    

AL POV

" ah al, mau pergi ke club jazz bersamaku ? , aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu" Aku terkejut begitu max datang ke apartemenku dan mengajaku menonton pertunjukan jazz malam ini. Apa yang harus kukenakan ?


- - -


" bagaimana ? " tanyaku menunjukan pakaian yang kukenakan kepada Max begitu kami sudah di club jazz yang dia maksud, membuat pria itu tertawa. " cantik . . . direktur Aleena selalu cantik " jawabnya membuatku tertawa.

 direktur Aleena selalu cantik " jawabnya membuatku tertawa

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

" aah . . . kenapa kau memesan makanan sebanyak ini , kita hanya berdua max ? " tanyaku mulai mengambil satu potongan french fries didepanku, membuat max tersenyum. " apa kita menunggu orang ? ghia ? " tanyaku membuat pria didepanku menggeleng.

" dia datang . . ." max mengatakan sesuatu yang tidak kumengerti sembari beranjak dari tempat duduknya. Siapa yang sedang kami tunggu ?

Aku menoleh dan melihat seorang wanita dengan dress hitam disana.

" al, kenalkan ini victoria , pacarku . . ." ucapnya membuatku terkejut.

" dan vic, ini sahabat yang sering kuceritakan , aleena

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

" dan vic, ini sahabat yang sering kuceritakan , aleena . . . kau bisa memanggilnya al" imbuhnya , membuatku dengan terpaksa mengulurkan tanganku kepada wanita disampingnya.

" sebenarnya al . . . aku mengajakmu kemari karena aku ingin sahabat terbaiku menjadi saksi , kalau . . . " max menggantungkan kalimatnya, pria itu sedang mencoba mengeluarkan sesuatu dari sakunya.

 " max menggantungkan kalimatnya, pria itu sedang mencoba mengeluarkan sesuatu dari sakunya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

sebuah cincin ? . Max akan melamarnya . . . sudah pasti.

Aku hanya bisa melihat Max memasukan benda melingkar kecil itu ke jari manis gadis didepan nya, dan mulai merasakan sesak yang tiba-tiba. " congrats " ucapku lirih memeluk mereka bergantian.

" max, aku rasa aku harus pulang, ada pekerjaan penting . . . kalian bisa menghabiskan waktu berdua " kilahku, berjalan meninggalkan mereka berdua dan menembus hujan yang sedang mengguyur kora diluar sana.

Aku patah hati.

Aku berharap hujan menyamarkan tangisanku saat ini. Aku berjalan beberapa meter dari club jazz dengan basah kuyub , sampai aku merasa ada sesuatu menutup bagian kepala ku. Sebuah Jas ?









DEAN POV


Ah. . . . bukankah itu pria yang tempo hari kulihat mengantarnya ke kantorku ? Dia melamar wanita lain ? Apa itu yang membuatnya menembus hujan sederas ini ? Gadis bodoh !

Aku mencoba menikmati musik jazz yang sedang dimainkan , tapi gagal total. Kenapa aku tiba tiba memikirkan gadis ceroboh itu ?

sial . . .

- - -

" kenapa kau begitu ceroboh dan selalu membuatku sial ? " Aku memaki gadis didepanku. Apa yang baru saja kau lakukan Dean ? kau meninggalkan jazz nya , keluar dari mobil , menerobos hujan dan sekarang melepas jas mu untuk nya ? Kau pasti sudah hilang akal !

" masuk " perintahku padanya , membuka kursi disamping kemudi. Tidak seperti bisanya, gadis itu hanya diam dan menurut.

" jangan salah paham , aku tidak melakukan ini karena peduli padamu, aku hanya mencemaskan perusahaanku, aku sudah membayar sejumlah uang kepada kantormu untuk kontrak kita, dan aku ingin kau mengerjakan iklan ku mulai besok, kalau kau sakit semua akan tertunda dan aku yang akan rugi . . . " jelasku. Gadis itu tidak banyak bereaksi selain mengangguk pelan.

Apa patah hati begitu menyakitkan ?









AL POV


Sudah pagi rupanya. Aku menggerakan seluruh badanku yang terasa nyeri. Kenapa rasanya tidak nyaman ? Aku menyentuh kepalaku dan terkejut begitu merasakan suhu tubuhku naik, aku demam. Apa karena hujan semalam ? ah. . . seharusnya aku tidak seceroboh itu ! kenapa memangnya kalau max melamar gadis lain ? Apa yang kuharapkan darinya ?

Aku keluar dari kamar dan terkejut begitu melihat seseorang sedang tertidur di sofa ruang tamu. Dean ? bagaimana bisa dia disini ? aku . . .

Aku mencoba membangunkan pria itu, semalam dia mengantarku pulang dan aku tidak ingat apapun, mungkin karena demam nya.

Aku mencoba membangunkan pria itu, semalam dia mengantarku pulang dan aku tidak ingat apapun, mungkin karena demam nya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

" oh . . . apakah sudah pagi ? " tanyanya begitu bangun. Aku mengangguk. " kenapa kau tidur disini ? " tanyaku membuatnya menautkan alis. " lalu aku harus tidur dimana ? disebelahmu ? " dengusnya, membuatku mendelik menatapnya. " tentu saja didalam apartemenmu sendiri " balasku. Dean menatapku tajam. " kau bukan hanya ceroboh tapi juga kejam ternyata, setelah masuk kau mengunci apartemen mu, aku mencoba mengetuk pintu kamarmu tapi kau tidak menyahut, aku pikir kau sedang depresi jadi aku tidak melakukan apapun lagi. . . lalu bagaimana aku bisa keluar dari sini ? " jelasnya, membuatku salah tingkah. Aku mengangguk.

" kalau begitu akan kubuka pintunya sekarang . . . " ucapku.

Aku berjalan ke pintu , " apa patah hati begitu menyakitkan ? " kalimat Dean barusan membuat langkahku terhenti.

SECRET DESIGNER (COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang