Aku tidak memiliki mimpi sampai aku bertemu denganmu
- Aleena Halim Wardana -
Bagiku, hanya ada dua wanita didunia ini, ibuku dan Daisy, aku sudah kehilangan satunya, aku tidak akan kehilangan lain nya lagi
- Dean Park -
Aku menjatuhkan tubuhku keatas tempat tidur dan membayangkan , mengetahui siapa Daisy yang sangat membuatku penasaran selama satu bulan ini ternyata tidak seperti dugaanku, tapi sejujurnya , tidak seburuk itu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Aleena Halim Wardana, gadis yang satu itu memang ceroboh, tapi dia dia manis dan pintar mendesign, daia juga lebih kuat dibanding dugaanku. Tidak masuk akal, bahkan setelah mengetahu daisy adalah gadis ceroboh itu, perasaanku tidak berkurang.Baru saja aku akan menutup mataku, ketika notif ponselku berbunyi
---------- From : Daisy E-mail : Jadi kau bukan manager ? kenapa berbohong ? kenapa mengatakan namamu Park Jin Young? ----------
Aku tersenyum membaca E-mail dari nya. Gadis ini sungguh . . .
---------- To : Daisy E-mail : Gadis ini sungguh ajaib, kau yang salah mengira aku manager, aku tidak pernah mengatakan seperti itu, dan aku tidak pernah berbohong soal nama, itu namaku . . . nama koreaku ----------
Aku dengan cepat membalas pesan nya, kenapa ini jadi semakin menarik ? Apa aku benar benar telah jatuh dalam pesona nya ? pesona ? aku bahkan tidak yakin dia memilikinya.
AL POV
KEESOKAN HARI NYA
Terlambat . . . !!! sial, aku bangun kesiangan , aku ada ujian hari ini. sial . . . aku harus cepat.Aku terkejut begitu membuka pintu apartemen dan menemukan Dean sedang bersandar di samping pintu kamarku,
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
" astaga . . ." ucapku refleks. " sedang apa kau disini ? aku tidak ada waktu untuk berdebat sekarang, aku terlambat, aku harus pergi " jelasku, sembari buru buru menuruni tangga karena lift nya sedang mengalami perbaikan. Aku terkesiap begitu merasakan lenganku ditarik dan tubuhku diputar tiga ratus enam puluh derajat, dean . . . aku berhadapan dengan pria itu saat ini. Manik nya terlihat begitu gelap dan tajam." kuantar " ucapnya menggandengku menuruni tangga.
Ada apa dengan nya ?
- - -
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
" ini kampusmu ? " tanyanya begitu kami sampai, aku mengangguk.
"thanks " ucapku cepat sebelum mencoba membuka pintu mobilnya. " tunggu " Dean menahan lenganku lagi. " jangan sekarang aku mohon, kau tidak tahu sebrapa killer nya profesor Adam , aku bisa bisa sial kalau semakin terlambat " runtukku, membuat pria disampingku tertawa. " adam ? adam sandler maksudmu ? " tanyanya , aku mengangguk cepat. Dari mana dia tahu nama nya ?
Dean segera keluar dari mobilnya, dan membukakan pintu ku. " kuantar kedalam " ucapnya menggandengku masuk. Pria ini menggandengku, lagi.Aku pasti akan mati kali ini.
DEAN POV
" Ekonomi bisnis , ini kelasnya bukan ? " Tanyaku begitu kami tiba dikelas yang membuatnya panik karena terlambat. Adam Sandler , memang dikenal sebagai pria yang paling killer diantara pengajar disini.
" ayo . . ." ucapku menggandengnya masuk. Kelas sepertinya memang sudah dimulai, ada beberapa mahasiswa yang terlihat sedang serius menatap pria didepan mereka yang saat ini menatap kami dengan tajam. Pria itu mulai berjalan perlahan kearah kami.
" Ms. Aleena , kau terlambat ? " ucapnya dingin, menatap gadis yang sudah ketakutan disampingku. Aku tersenyum.
" long time no see Mr. Dean " pria ini ganti menatapku dan mengulurkan tangan nya, membuat Aleena terkejut.
" maaf mengganggu kelas anda, saya baru saja meminjam salah satu siswa anda, dan membuatnya terlambat . . . jadi saya bertanggung jawab untuk mengantarnya langsung . . . sudah lama rasanya sejak terakhir saya kemari " jelasku, membuat wanita disebelahku menatapku bingung.
AL POV
" maaf mengganggu kelas anda, saya baru saja meminjam salah satu siswa anda, dan membuatnya terlambat . . . jadi saya bertanggung jawab untuk mengantarnya langsung . . . sudah lama rasanya sejak terakhir saya kemari " jelas Dean berbicara kepada profesor, membuat aku bingung. Mereka kenal satu sama lain ?
" ah itu benar , sudah lama rasanya . . ." kali ini profesor yang tampak berbicara santai denganya. Sebenarnya sejak kapan mereka mengenal.
" ah, sayang profesor adam ini adalah mantan pengajarku dulu, sebelum dia pindah kemari, dia sempat mengajar di university of soul, tempatku kuliah dulu, kami mengenal cukup baik " jelasnya , mengusap kepalaku. Sa. . . sayang ? siapa yang dia panggil sayang ?
" ah , Ms aleena ini ternyata . . ." profesor menggantungkan kalimatnya dan menatap kami bergantian, membuat pria disampingku terkekeh. " tunanganku " ap.. apa ??? tunangan ? "oh, setelah mengajar pemilik the black D , sungguh luar biasa rasanya bisa mengajar tunanganya juga " ucap profesor dengan tawa renyahnya. Tunggu . . . siapa yang kalian sebut tunangan disini ?
" Mr. Dean terlihat sangat perhatian padanya. . ." , imbuhnya membuat Dean tertawa dan menggeleng. " bukan perhatian , Im just in love with her " ucap Dean , membuat kepalaku seperti dihantam ombak besar saat ini. Aku ingin hari ini cepat berakhir, Tuhan . . . bangunkan aku dari mimpi buruk ini.