14- Party

322 22 5
                                    


AL POV

" Daddy kemari hanya karena ada undangan pernikahan kolega daddy , dan kebetulan daddy merindukan putri daddy tercinta ini, setelah pesta nya, mommy dan daddy harus segera kembali... kami tidak bisa menginap sayang " Daddy memelukku begitu kami berempat sudah kembali ke apartment. 

" ah, bagaimana kalau kalian berdua ikut ke pesta nya dan nanti langsung mengantar kami ke bandara ? " Kali ini mommy yang memelukku. Kami ? berdua ? maksudnya mereka ingin mengajak Dean juga ? God damn ! lingkar kebohongan ini semakin besar saja nanti.

- - -

Aku , mommy dan daddy bergegas turun kebawah begitu Dean sudah menyiapkan mobilnya untuk mengantar kami kepesta pernikahan putri teman daddy.

Wow . . . pemilik brand fashion memang selalu memiliki style yang berbeda, batinku begitu melihat Dean berdiri disamping Audi baru miliknya.

 pemilik brand fashion memang selalu memiliki style yang berbeda, batinku begitu melihat Dean berdiri disamping Audi baru miliknya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tunggu dulu . . . kenapa warna pakaian kita bisa sama ?

" kebetulan yang mencurigakan " gumamku begitu aku menaiki mobilnya, aku yakin dia mendengarnya, karena dia terkekeh lirih.

" sudah kah aku mengatakan kau lebih cantik hari ini ? " ucapnya membuat aku , daddy dan mommy terkejut. " kau cantik, AL " Imbuhnya membuat daddyku berdeham. 

" ah, kau juga cantik sayang " kali ini daddy ku yang mendaratkan satu kecupan singkat di pipi mommyku, pria itu tidak mau kalah dengan pria disampingku, membuat kami berempat tertawa bersamaan.







DEAN POV

Pesta yang indah bukan ?

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Pesta yang indah bukan ?

Tapi kenapa mataku tidak bisa dialihkan darinya ?

Kami bahkan tampak seperti pasangan baru menikah saat ini, berdandengan memasuki ballroom dengan kostum senada

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kami bahkan tampak seperti pasangan baru menikah saat ini, berdandengan memasuki ballroom dengan kostum senada . Bagaimana kalau ada kolegaku disini ? haruskah aku mengenalkan aleena sebagai Mrs. Park ? mereka semua pasti akan langsung percaya.

" kalian bisa tunggu disini, nikmati pestanya, daddy akan mengajak mommy menyapa beberapa orang sebentar " Daddy menggandeng istrinya pergi meninggalkan aku dan Al berdua.

hening

Apa yang harus kukatakan ?

" kau ingin pernikahan yang bagaimana nanti ? " tanyaku membuat Aleena menatapku dengan senyumnya.

" sebuah pernikahan sederhana di luar ruangan yang hanya dihadiri orang orang penting dalam hidupku, menari , tertawa melakukan hal sesederhana itu " jelasnya dengan tatapan menerawang. Lihat dia kembali menjadi daisy yang dewasa dan lembut saat ini.

" baiklah akan kukabulkan " balasku membuatnya menatapku tak percaya. " apa ? kau ingin menikah seperti itu, aku setuju akan kukabulkan , apanya yang salah ? " tanyaku membuatnya menatapku skeptis. " kenapa harus kau yang mengabulkan, itu tugas siapa yang akan menjadi suamiku nanti " dengusnya, aku tertawa lirih. " apa nya yang lucu ? "tanyanya menatapku tajam. " kau " jawabku , membuatnya bingung. " bukankah aku calon suamimu , jadi aku yang akan mengabulkan nya " imbuhku membuatnya menatapku malas, " kau gila " runtuknya berjalan pergi ke tempat minuman.









AL POV

" bukankah itu wanita yang menamparmu tempo hari ? " Aku mengikuti arah yang dean tunjuk dan benar saja aku melihat Victoria sedang berdiri dengan pria yang bukan max disampingnya. Aku semakin terkejut begitu pria itu mendaratkan beberapa kali kecupan ke pipi wanita disampingnya. Victoria ? dengan pria lain ? bagaimana bisa ?

- - -

Aku masih merasa kesal karena tidak bisa berbuat apapun . Aku takut merusak pesta orang. Harusnya aku mendatangi wanita itu dan bertanya apa yang dia lakukan disana dengan pria yang bukan tunangan nya.

" kau masih kesal . . . ? "Dean memakaikan jas merahnya di pundaku, "disini dingin " ucapnya dengan suara selembut beledu. Kadang pria ini bisa sangat manis dan peka, tapi kadang mulutnya lebih pedas dari pada cabe sekilo.

" apa kau menyukainya sebesar itu ? " tanyanya dengan pandangan yang diarahkan ke sepanjang koridor menuju kamar apartemen kami. Aku hanya diam. Aku juga sebenarnya tidak begitu mengerti perasaanku padanya , max adalah satu satunya teman pria yang kukenal semenjak aku disini, apakah aku benar benar menyukai nya , atau terbiasa dengan kehadiran nya ? atau menyukai nya karena terbiasa bersamanya?

" aku tidak menyukai nya . . ." ucap dean tiba tiba membuat langkahku terhenti dan berbalik menatapnya. Apa yang tidak dia sukai ?. 

" aku tidak suka kau memikirkan pria lain melebihi aku, kecuali daddy mu tentunya, itu membuatku merasa kesal " ucapnya , mengancingkan jasnya yang dipakaikan padaku. 

" selamat malam aleena "imbuhnya sebelum masuk kedalam kamar apartemen nya dan meninggalkanku dalam keheningan yang tidak bisa kupahami.

- - -

Ting . . . Ting . . .

Astaga siapa sepagi ini ? Dean . . . pasti pria menyebalkan itu

Aku membuka pintu buru buru dan berniat memakinya , 

" apa yang kau lakukan sep . . ." Aku terkejut begitu menemukan max yang berdiri didepan pintuku.

" good morning " ucapnya, sembari menyingkirkan rokok yang sepertinya baru saja dia hisap

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

" good morning " ucapnya, sembari menyingkirkan rokok yang sepertinya baru saja dia hisap. Dia tahu aku sangat membenci benda itu. " mind if I come in ? " tanyanya, membuatku ragu . Apa dean akan marah kalau aku menerima max didalam ? tunggu . . . kenapa aku malah memikirkan pria itu ? ini apartemen ku, kamar ku , aku yang membayar unitnya, kenapa aku harus mengurusi dia marah atau tidak ? lagi pula kami tidak memiliki hubungan apapun bukan ?

Baru saja aku akan mengangguk , ketika pintu kamar apartemen depan terbuka, dan seseorang keluar dari sana.

Dean, tentu saja siapa lagi.

Pria itu hanya berjalan melewati aku dan max, tanpa sepatah katapun

Ada apa dengan nya ?

SECRET DESIGNER (COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang