11.

652 101 3
                                    

"Kalau tiga kali bertemu tanpa disengaja berarti itu jodoh."

Chanyeol hanya menatap heran wanita di hadapannya.

Di pagi yang mendung, Chanyeol yang tengah berjalan santai menggandeng tangan Sehun di lorong kampus tiba-tiba disapa seseorang yang baru dikenalnya dua hari lalu.

Lee Haekyung.

Chanyeol tersenyum tipis sebagai sopan santun. Anggap saja itu sebagai candaan, pikirnya.

"Kita satu angkatan, gedung fakultasku ada di sebelah omong-omong."

"Benarkah? Wah, ternyata kita satu kampus." Chanyeol menjawab seadanya, "kau ada kelas pagi juga?" malas sekali tertahan untuk permbicaraan tidak penting pagi ini. Tujuannya berangkat lebih pagi adalah menyelesaikan tugasnya di kelas.

"Tidak. Aku ada urusan dengan seseorang."

Chanyeol mengangguk pelan. Semakin lama pembicaraan mereka, wanita itu terlihat semakin nyaman berbicara santai, bagaikan tidak pernah ada hubungan bos dan pegawai di antara mereka.

Jika sikap berteman Haekyung biasa saja, mungkin Chanyeol akan menerima dengan senang hati. Tapi lama-lama sikap wanita itu tidak ada bedanya dengan teman-teman kampus lain yang mencari perhatiannya.

"Haekyung-ssi!"

"Kau ada urusan dengan Joohyun Noona?" dengan cepat otak Chanyeol berpikir, "kalau begitu aku permisi." Kesempatan jangan disia-siakan tentu saja. Ia sungguh tidak nyaman dengan sikap akrab wanita itu.

"Chanyeol, tunggu dulu."

Baru saja akan melangkah, panggilan Joohyun menghentikannya.

"Joonmyeon sudah bicara denganmu?"

"Kau tenang saja, Noona. Kadomu sudah sampai dengan selamat- Akh!" Chanyeol meringis, mengusap bahunya yang menjadi sasaran buku tebal yang Joohyun bawa. Ujung sampul keras itu benar-benar menyakitinya. Bar-bar sekali.

"Joohyun Noona nakal." Celetukan Sehun mengalihkan atensi tiga orang dewasa di sana. Bocah itu memandang Joohyun tajam dengan mata sipitnya, pipi gembungnya menggembung lucu dan tangan dilipat depan dada.

"Tidak, Sehun. Noona hanya bercanda. Iya 'kan, Yeol?"

Chanyeol menatap jengah lirikan mata Joohyun yang memberi kode. Berhubung Chanyeol adalah orang baik, maka ia tidak akan memperpanjang masalah.

"Iya, Sehun. Joohyun Noona itu baik, tidak nakal."

"Jam makan siang nanti kita bertemu di kantin, ya. Noona akan belikan es krim."

Bujukan ampuh itu membuat kemarahan si kecil menguap entah kemana. "Yeay!"

"Tidak ada es krim lagi, Sehun."

Wajah ceria Sehun berubah murung. "Chan Hyung nakal," bocah itu memalingkan wajah, enggan menatap Chanyeol.

Chanyeol hanya membiarkan Sehun yang merajuk. Sebentar lagi juga kembali seperti semula. Adiknya itu sudah banyak makan es krim sejak kemarin, apalagi saat bangun tidur tadi Sehun mengaki hidungnya gatal.

"Begini saja. Kalau Hyungmu sudah memperbolehkanmu makan es krim, hubungi Noona. Akan Noona belikan sebanyak yang kau mau."

Perjanjian dadakan itu diakhiri dengan dua orang yang bersangkutan saling menautkan jari kelingking.

"Hampir saja lupa. Joonmyeon sudah mengatakannya padamu?" selesai urusannya dengan si adik, Joohyun kembali pada si kakak.

"Tentang apa?"

Paper Plane (EXO-SC FF)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang