Agung dan Rasti jalan bersamaan di koridor Rumah sakit. Tampak banyak orang yang melihat kearah mereka dengan ekspresi keheranan. Termasuk Angga. Agung kemudian berjalan ke ruang kerjanya.
"Rasti !", teriak Eca yang setengah berlari mengejar Rasti, "Ngga salah liatkan, kamu sama Agung ....", Rasti hanya membalas dengan tertawa
"Woooooo udah balikan ya", Eca menebak
"Lagian yang putus siapa ? yang jadian juga siapa ?" jawab Rasti diiringi dengan senyum sumringah diwajahnya
"Yah terus apa dong ? masa ngga ada status sih Ras ?"
"Apaan sih Ca, udah deh kerja sana"
"Tapi benerankan kamu sama Agung udah baikan ?"
"Baikan sih udah, ya doain aja dia tetap dengan janjinya"
"Janji apaan ?"
"yeeee kepo"
"Rasti", Agung memanggil Rasti yang kini sudah berada diruang staf,
"Hmm, iya kenapa ?"
"Bisa keruangan sebentar ?", pinta Agung dan langsung beranjak dari depan ruang staf
"Apaan sih kalian, baru juga barengan. Ngga sabaran banget sih", sela Eca
"Eeh, ngomong apaan sih Ca. udah sana balik ke poli udah banyak noh antriannya", Eca kemudian pergi meninggalkan ruang staf, disusul dengan Rasti menuju ke ruang kerja Agung
"Ada apaan sih ? Baru juga sebentar udah kangen", goda Rasti
"Tuh PR status pasien kamu", ungkap Agung sambil menunjuk kearah tumpukan status yang berada dimeja tengah ruang kerja Agung
"Itu cuma sebagian, kemarin si Angga bantu kamu lengkapi. Kayaknya dia memang beneran suka sama kamu", jelas Agung sambil bersandar di kursinya
"Emang sih Angga anaknya baik banget", jawab Rasti yang kini berdiri disamping Agung
"Oh ya ? kenapa kamu ngga terima dia aja", jawab Agung dengan nada dingin
"Jadi mau gue terima dia ? okey"
"Apanya yang okey ?"
"Terima Angga kan, lagian dia juga nyatain perasaannya ke gue", goda Rasti
"Kapan ? kok kamu ngga bilang ?", nada bicara Agung mulai meninggi
"ya kenapa mesti bilang. Emang kita udah resmi jadi pasangan ?"
"terus kemarin kurang jelas ?", Agung kemudian berdiri dan menutup tirai dinding kacanya
"Emang kemarin ada apaan" "eegh ..", tiba-tiba Agung berada tepat di depan Rasti, dengan posisi menghadap kearah Rasti dan tangannya berpegangan pada meja yang berada dibelakang Rasti. Membuat wajah mereka sangat dekat. "Egh", Rasti mendadak menjadi gugup dan cegukan
"Mau diingatkan lagi kejadian kemarin ?", goda Agung
"Eegh, kan gue duluan yang maju, eegh", jawab Rasti terbata karena cegukannya
"berarti ini saatnya dibalaskan"
"Eeggh !", Rasti menutup mulutnya dan segera melepaskan diri dari Agung. Mereka kemudian tercegang karena dipintu ruangan Agung sudah ada Eca dan Angga berdiri disana.
"Wohoo ada kejadian apa tuh kemarin, sampai di tempat kerja gini pengen diulang ?", goda Eca pada Agung dan Rasti. Sedangkan Angga lebih memilih untuk beranjak dari ruangan Agung
"Lo ngapain sih ada disitu sama si Angga segala ?" tanya Agung yang kesal terhadap Eca
"Lo kesel ama gue karena lo jadi ngga bisa ngelanjutin kelakuan lo ke Rasti ? atau karena gue bawa si Angga ?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Emergency Mate
RomanceRasti mengalami kejenuhan dalam kesehariannya. Ia adalah seorang dokter dan memilih pekerjaan sampingan menjadi seorang penulis novel bergenre romantis. Padahal Rasti memiliki pengalaman kurang bahagia dalam urusan percintaan. apakah Rasti dapat be...
