BAGIAN 13

109 6 0
                                        

Aku benci kamu.—Ms. NarSa



"Pakai jaketnya, angin malam gak baik nanti kamu sakit," tegur Sakya.

Thalita berdecak sebal ternyata Sakya itu cerewet. Dia juga tahu untuk memakai jaket milik Sakya itu, karena ia belum sempat membeli jaket untuknya.

Setelah meletakkan tas berisi pakaiannya di kamar paling ujung, Thalita dan Sakya melangkahkan kaki ke halaman belakang tempat acara pesta barbeque itu dilakukan. Ia sempat menanyakan kenapa tidak mengikuti acara prom night dan Sakya hanya menjawab bahwa acara itu membosankan.

Ketika memasuki halaman belakang, wangi daging asap menguar ke penciumannya. Dan ia melihat Gisha membawa dua teman perempuannya. Gisha memakai celana pendek membuat Thalita mengaca pada penampilannya yang memakai rok panjang berwarna cokelat susu dengan gaya umbrella serta jaket hodie milik Sakya menutupi tubuhnya.

"Halo, nona cantik!" sapa Made kepada Thalita yang dibalas senyuman.

"Gis, aku pernah bilang jangan berpakaian seperti itu, kenapa gak didengarkan hah?" ucap Sakya sedikit ketus.

Apa ini? Sakya memperhatikan Gisha dihadapanku? Apa mereka masih memiliki hubungan? pikir Thalita

Dari pada mengurusi perdebatan antara Sakya dan Gisha, Thalita menghampiri Keyno yang sedang membakar barbeque sendirian.

"Wanginya bikin lapar," celetuk Thalita berdiri disamping Keyno.

"Nanti ya? Ini belum matang," balas Keyno.

"Gue haus juga, di meja airnya gak ada yang mineral."

"Lo gak boleh minum air yang di meja, itu alkohol. Gadis kayak lo gak boleh minum, biar si Gisha sama temennya itu. Sakya bener, lo harusnya jangan datang di sini gak terlalu baik," ucap Keyno.

Thalita terkesiap, "Alkohol? Apa Sakya suka minum? Gisha juga kayak gitu?" tanyanya berbisik.

Keyno berdehem mengangguk. "Itu udah hal biasa di sini, gue juga pernah tapi sekarang enggak. Calon Dokter gak boleh kayak gitu, gue keterima di Universitas negeri di kota lain."

Thalita sempat terdiam kemudian bertepuk tangan mengucapkan selamat. Ia juga belum bertanya Sakya akan melanjutkan pendidikannya di mana.

"Kenapa tepuk tangan?" tanya Sakya tiba-tiba dari arah belakang.

"Kepo," cibir Thalita agak kesal.

"Thalita haus katanya, lo ambil air mineral aja di kulkas, gue nyimpen itu tapi belum gue ambil," ungkap Keyno yang sebenarnya merasa panas melihat Sakya bersama Thalita.

"Ikut aku!"

Thalita mengikuti Sakya ke dalam rumah, kulkas berada di dapur dan ya Keyno menyimpan beberapa botol air mineral.

"Kamu minum alkohol?" tanya Thalita setelah meneguk air minum.

"Iya," jawab Sakya singkat.

"Jangan!" Thalita menatap tajam Sakya, ia belum pernah seperti padanya.

"Kamu tau kan, itu dilarang? Kalau kamu minum, aku lebih baik pulang diantar Keyno sekarang," lanjutnya sedikit mengancam.

"Okay."

"Kalian ayo udah ditungguin!" ucap Gisha yang datang tiba-tiba memanggil mereka berdua.

Sakya membawa beberapa botol air mineral, mereka berjalan ke halaman belakang dan ya yang lain sedang menunggu mereka. Thalita duduk di samping Sakya, Gisha juga berada di samping kiri Sakya.

Hi, Le Mariage!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang