Stasiun Pondok Cina.
Keramaian seakan menjadi saksi dari jerih payah manusia.
Roda kehidupan seakan-akan benar rasanya.
Ada yang lelah, ada pula yang pasrah.
Ada yang murung, ada pula yang mengurung.
Ada yang sedang bingung, ada pula yang linglung.
Dan ada yang sedang menata, ada pula yang menjalin cinta.
Setidaknya, stasiun ini pernah menjadi saksi buta.
Saksi dari orang-orang yang tengah berjuang demi mimpinya.
Saksi dari orang-orang yang tengah bertarung demi sandang pangan papan.
Dan saksi dari orang-orang yang sedang menjalin cinta.
Rasa dan karsa seakan-akan menjadi satu dari tempat ini.
Tempat yang memang menjadi pengingat dari perputaran roda yang berlaku.
KAMU SEDANG MEMBACA
Semut-Semut Besar
PoetryDitujukkan kepada mereka yang berandil besar terhadap hidup saya.
