Malam ini turun hujan.
Hujannya turun persis di matamu.
Turun hingga ke celah antara bola mata yang sukar meninjau.
Bola matamu terlihat berkilau dan burung-burung pun ikut berkicau.
Namun kau tampak kacau, dan nampaknya semesta memang tidak main-main dengan kau.
Padahal kau sudah berharap bahwa semesta akan turut serta dalam meninjau mimpi dan harapan.
“Sudah, jangan menghujani lagi matamu itu. Kecewa dengan semesta itu wajar. Lihat, kerah kau sudah tidak lagi merekah. Mimpimu itu tidak buntu, percaya saja bahwa semesta akan ikut bantu, walaupun caranya memang begitu.”
KAMU SEDANG MEMBACA
Semut-Semut Besar
PoetryDitujukkan kepada mereka yang berandil besar terhadap hidup saya.
