Sepuluh Kemarau, Sepuluh Penghujan. Terasa sisa-sisa aroma tubuhmu yang tak mungkin saya lupakan. Foto-foto dengan kamera analog bersama-mu yang tidak mungkin saya hapuskan. Juga, senyum di lesung pipimu yang merekah sangat menggairahkan.
Sepuluh Kemarau, Sepuluh Penghujan. Burung-burung gereja berkicauan. Tanda bahwa kau sedang dikukuhkan. Karena burung-burung tahu, bahwa di depan akan banyak rintangan.
Sepuluh Kemarau, Sepuluh Penghujan. Memang, hidupmu akan penuh dengan muatan. Kelak kau akan berkilau seperti cahaya yang tidak karuan. Namun, kau juga akan mengalami kepadaman.
Sepuluh Kemarau, Sepuluh Penghujan. Ku sampaikan kata-kata ini lewat mercusuar. Yang telah memberimu cahaya dalam perjalanan yang kasar. Semoga kau tidak kesasar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Semut-Semut Besar
PoésieDitujukkan kepada mereka yang berandil besar terhadap hidup saya.
