Assalamualaikum minna san.. sorry yang udah nunggu lama cerita absurd satu ini yang penuh dengan segala macam kekurangan nya..
Special thanks for StanleySobi yang udah sempet sempet nya buat voment di cerita ini.. Arigatou gozaimasu.. ini jujur,, bukan author lebay.. tapi author seneng banget baca satu komen aja..
Tapi thanks juga buat yang lain yang udah kasih vote nya, gak bisa di sebut satu persatu ya padahal mah.. pokoknya ada beberapa readers the best yang berbaik hati ngasih precios vote nya.
So gini.. Author mau curhat dikit.. bentar aja..
Author itu kadang suka semangat buat nulis AM.. tapi juga gampang kena hasut sama yang lain.. contoh nya.. donghua komik anime dll yang sifat nya shounen ai dll sbg lah ya.. so sorry klo author lama. And gomen.. seandainya Cerita ini benar-benar udah gak masih di akal kalian.. but.. thanks a lot for the Vote at some part... so arigatou..
Maaf curhat nya gak jelas.. pokoknya disini author pengen ucapin banyak2 terimakasih untuk readers yang mampir di sini..
Ini kelanjutan Alpha Mate nya.. happy reading guys..
...
Bulan yang tadinya bersinar terang mendampingi gemerlap malam penuh bintang yang begitu indah. Berlalu begitu saja di gantikan cerah nya awan putih bersanding sang mentari.
Musim panas hanya tinggal beberapa minggu lagi berakhir dan semua harus kembali ke aktivitas semulanya, tak terkecuali Yuki dan Akira.
Di atas pembaringan nya, Eiji yang masih enggan untuk membuka mata terus saja mengelana di alam mimpi.
Pemuda yang setia di samping nya selalu mengenggam tangan itu tak pernah longgar sedikitpun. Takut jika nantinya pria ini akan pergi tanpa mengucapkan apapun.
Ia sudah berbesar hati ingin menerima janin yang tumbuh dirahim mate nya. Tak memikirkan siapapun pemilik nya, ia akan menjadikan itu milik nya dan Eiji.
"Eiji-san.. sampai kapan kau akan menutup matamu? Bangunlah Eiji-san.. aku merindukan mu." Lirih Yuki entah seberapa banyak lagi air mata yang harus di keluarkan nya untuk memanggil omega ini.
Malam kembali ke malam, hingga saat itulah akhirnya Eiji menujukkan tanda-tanda akan bangun. Jemari lentik untuk ukuran pria dewasa sepertinya bergerak perlahan namun pasti.
Yuki yang tak sengaga tertidur di sisi nya bisa merasakan itu.
"Eiji-san..? Eiji-san..Yokatta.." Yuki mengecup punggung tangan yang masih lemah itu bertubi-tubi. Nada nya penuh dengan kelegaan.
"Yuki-kun, di mana ini?" tanya Eiji lemah. Ia melirik lengan kirinya letak jarum infus yang terpasang.
Yuki menceritakan bagaimana akhirnya mereka bisa sampai di sini. Eiji tak bisa berkata-kata lagi menanggapi bagaimana sikap nya sendiri yang akhirnya menjerumuskan dirinya ke tempat ini setelah baru beberapa minggu keluar.
"Gomen nee Eiji-san. Aku tidak bermaksud menyakitimu dengan melakukan itu." Sesal Yuki mengecup kening Eiji selembut permen kapas. Eiji menikmati sensai lembut yang menerpa bagian bibirnya kemudian.
"Tidak Yuki-kun, ini salahku sendiri karena aku yang menginginkan nya, maafkan aku."
Tak ada yang bisa di lakukan untuk keduanya sebelum salah satunya mengalah, jika tidak seharian mereka bisa saling menyalahkan diri sendiri.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang Yuki-kun?" Eiji kehabisan ide untuk sesuatu yang bersemayam di dalam perutnya kini. Kenapa bertanya pada Yuki yang bahkan tak tahu harus apa selain merawatnya?
KAMU SEDANG MEMBACA
Alpha Mate ✔
LobisomemSelain pria dan wanita, dunia ini terbagi lagi menjadi tiga sub gender, yakni Alpha, Beta, dan Omega. Kisah dimana seorang pemuda biasa menjalani hidupnya dan menemukan pasangan hidupnya. Alpha Mate. Genre terbaru dan cukup mmainstream menurut s...
