Chapter 9 : The Demon Vampire Met Her

138 40 39
                                        

Kelompok Demon tengah bersiap untuk melangsungkan rencana yang sudah mereka diskusikan. Tanpa mereka ketahui, kelompok Origin Moroi pun telah bersiap-siap akan aksi mereka.

Seluruh kelompok vampire menyebar ke daerah perbatasan untuk melihat gerak-gerik dari kelompok Demon. Kelompok Dhampire memiliki kemampuan mendeteksi keberadaan vampire lain, dan oleh karena itu Ainsley menyuruh mereka agar menjaga barisan paling depan.

Gizela dan Xernon merasakan adanya keberadaan kelompok Demon, tapi mereka sama sekali belum tahu dimana letak yang sebenarnya. Bianca menyarankan kepada anggota kelompok Dhampire untuk menyatukan kekuatan agar mereka bisa dengan mudah mengetahui letak kelompok Demon.

Mereka melingkar dan saling menggenggam tangan sembari mengeluarkan dan menyatukan kekuatannya. Ficco yang memimpin mencoba lebih dalam lagi dan secara tiba-tiba, setetes darah keluar dari hidungnya tapi dia tidak hiraukan sebelum apa yang di acari itu dia dapatakan.

Ficco ambruk terduduk di atas tanah, anggota lainnya pun merasakan sakitnya tapi tidak sebesar dengan apa yang di rasakan pemimpin mereka.

"Ah sial, sakit sekali. Kalian tidak apa-apa?" keluh dan tanya Ficco.

Anggota lainnya menganggukkan kepala singkat dan langsung berdiri untuk membantu pemimpin mereka.

"Aku tahu dimana letak mereka, kita harus segera memberitahu ini pada Ainsley. Jika tidak maka semuanya akan terlambat."

Dengan kekuatan batinnya, Ficco memberitahukan bahwa kelompok Demon tengah berusaha membuka gerbang perbatasan dan yang lebih parahnya lagi, Allena juga ada disana. Entah apa yang dilakukannya, namun cepat atau lambat kelompok Demon pasti akan menemuinya.

Ainsley pun dengan segera pergi ke gerbang perbatasan di tengah perjalanan dia beserta kelompok Origin Moroi lainnya di hadang oleh beberapa orang yang dipastikan itu adalah budak dari kelompok Demon. Anak buah itu tiba-tiba menyerang Ainsley, untungnya saja Ainsley dapat menghindari serangan itu.

Walden, Aleandro dan Reyy pun menyerang balik, mereka bertiga meminta Ainsley, Aaric beserta Aldevaro untuk segera pergi. Ketika ketiganya pergi tanpa menoleh kearah belakang, bala bantuan datang dan ikut menyerang. Karena kelompok Outcast tidak bisa hidup di bawah sinar matahari. Mereka hanya bisa mengawal Ainsley, Aaric dan Aldevaro dengan kekuatan jarak jauhnya.

Gerbang perbatasan itu tidak akan mudah untuk di buka, karena kelompok Demon begitu licik nan cerdas. Mereka menggunakan gabungan kekuatan untuk bisa membuat portal yang dapat di tembus ke daerah klan witches. Di saat portal buatannya sedikit lagi terbuka. Kelompok Dhampire menghadang dan menyerang mereka.

"Sial, kenapa mereka ada disini?! Rainer, Marvelo! Urus mereka!" suruh Byron dengan nada amarahnya.

Portal itu ternyata sudah bisa di tembus dan tanpa menunggu lebih lama lagi Bryron beserta anggota lainnya masuk ke portal itu, Bianca dan Gizela yang melihatnya pun mencoba menerobos portal yang mereka buat. Baru ingin melangkahkan kakinya, mereka berdua terpental jauh dan membuat mereka terluka karena mereka jatuh di tumpukan kayu yang cukup runcing di bagian ujungnya.

"Uhukkk, Xernon! Ficco! Portalnya!!" teriak Bianca dengan sisa tenaganya.

Xernon dan Ficco yang mendengarnya pun langsung menoleh ke portal itu dan karena kelalaiannya, kepala mereka terpukul cukup keras oleh sebatang pipa besi yang dibawa oleh salah satu budak kelompok Demon yang mereka gunakan kesempatan ini untuk menyerang.

Keduanya tidak sadarkan diri, begitupun dengan Bianca dan Gizela yang nampak tengah merasa kesakitan.

"Bianca, apa yang harus kita lakukan? Jika kita mencoba melawan mereka semua, aku yakin kita pasti akan kalah dan mungkin kita bisa terbunuh."

WITCHES & VAMPIRES: SAVING SOULTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang