10. TIDAK MENYANGKA!

939 35 0
                                        


Happy Reading....

"Jadi gimana, Thania udah tau?"
Ucap mamanya pak Nathan, saat kami sudah duduk di ruang tamu, kak Vina tidak hadir karena lagi di luar kota.

"Tau apa tante, Thania gak tau apa-apa"

"Loh bundamu belom bilang?" Ucapnya,aku spontan menggeleng,

"Kan kamu mau di jodohin." Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi, kenapa konsepnya begini?

Kan seharusnya bang Tatan melamarku? Tapi bukan didasari dengan perjodohan.

Berarti bang Tatan lupa janji?

"Tapi~tapinya....." Aku tidak bisa berkata lagi, konsep Allah sangat tidak bisa ketebak.

"Pak Nathan, memangnya mau Tante?" Tanyaku yang mendapati gelak tawa mereka, ada yang lucu?

"Apakah selama ini kamu tidak menyadarinya?" Tanya Papa Pak Nathan, aissh menyadari apa lagi ini Romlah.

"Menyadari apa Om?" Tanyaku, lalu mereka saling pandang lalu menggelengkan kepalanya, pusingnih aku, Ya Allah kenapa mereka semua?

"Langsung tunangan saja yah Thania, kamu tidak kerepotan kan?" Tanyanya, aku hanya bisa tersenyum getir. Tidak menyangka sangad sangad tidak menyangka.

Konsep Tuhan benar-benar di luar kepala manusia.

Aku cuman bisa menganggukkan kepala, ini jalan Tuhan untuk aku bisa bersama bang Tatan, bismillah.

"Gimana dengan Bang Tatan aja aku."
Mereka tersenyum, lalu menyuruh Pak Nathan mengucapkan permintaan untukku di jadikan istri, di hadapan kedua orang tuaku.

"Bismillahirrahmanirrahim. Saya, Grienathan Putra Albiar. Meminta kamu di hadapan orang tua kamu dan tentu saja karena seizin Allah untuk menjadikan kamu istri dan ibu dari anak anakku nanti" satu tarikan nafas dan dengan suara lantang itu, membuatku mematung dan menghangat.

So sweet gak sih? Ya Allah pengen meninggoy.

Bismillah....

Satu tarikan nafas tidak cukup untukku saat ini, nafas yang memburu yang sedang terjadi.

Gugup, panas dingin, semua deh.

"Bismillahirrahmanirrahim, Saya, Thania Prisiska Bradifta, menerima lamaran Bang Tatan~"

Plak

Tamparan kecil di bahuku, dari Bang David membuatku menoleh.

"Dia bukan Abang lo Jumila" eheh aku cuman cengengesan, maaf lupa.

"Saya ulang lagi..."

"Saya, Thania Prisiska Bradifta. Menerima lamaran Pak Nathan~"

Pletak

Salah terus akutuh, kali ini Bunda menyentil dahi ku.

"Nathan bukan Pak guru kamu, dan bukan juga bapak mu" lagi lagi, aku cengengesan.

"Eheh, maaf bunda Thania lupa." Mereka yang ada disini tertawa. Tak terkecuali pak Nathan yang sedari tadi menahan tawanya, tiba tiba tertawa pelan. Aissh memalukan.

Malu? Jelasss.

"Sekali lagi, Saya Thania Prisiska Bradifta. Menerima lamarannnnn... Sst" aku menoleh ke samping ke arah bunda, kali ini aku manggilnya apa?

"Bunda, aku manggilnya apa nih?"

"Aa', bisa Mas, bisa~" ucapan bunda terpotong saat aku berkata

Guruku SuamikuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang