Assalamualaikum,
Gua lagi sakit, gak usah bar-bar dulu yah. Permisi.
Huatchi.
Huffft dingin pengen di peluk.
BACOT, GUA LANJUT YAH BUN.
PUN10 ALAS KAKI.
" Hai Than"
"huhhh kangen"
"Haha, bentar doang kok Disini, ngapain lo?"
"Ini abis makan malam"
"Gue ngeganggu kalian yah?"
"Ihh Dirga nggak kok" Thania dan Dirga sedang telponan, sedangkan Nathan berada di samping Thania.
Jujur Nathan cemburu, tapi mau gimana lagi? Dirga yang menemani Thania di saat Thania terpuruk.
Nathan yang melihat Thania makin lama telponan. Ia pun mengganggu Thania.
"Than,"
"Tunggu bentar Dirga."
"Apa mas?"
"Bikin dede bayi yuk"
"Pffttt, Hahahahaha. Lo mau buat bayi?" Thania menggeplak kepala Nathan pelan.
"Pak, pelan-pelan yah pak. Thania masih kecil" sambungnya dengan nada mengejek
"Siap, saya matikan teleponnya"
"Mas, tau gak aku malu" ucapnya. Sambil memegang pipinya yang merah.
"Yaudah ayo" lanjut Thania menggebu-gebu.
"Becanda"
"Padahal pengen liat dede bayi" murung Thania. Lalu membalikkan badannya.
Ni orang sebenarnya tau gak sih cara buatnya? Gua pusing sendiri.
"Tau gak cara buatnya?" Tanya Nathan, Thania membalikkan badannya. Lalu berseru cepat.
"Tau lah"
"Kek mana coba?"
"Cium Thania toh"
Ampun.
***
Perihal bayi, yah, gak jadi lah. Nathan---kan langsung tidur.
"Than, ngapain?" tanya April,
"Ini April, aku lagi pusing"
"Pusing apaan?"
"Cara buat bayi gimana yah?" Tanya Thania. April menutup mulutnya.
"Lo ngapain tanya gituan anak kecil?"
"Emm, cuman pengen tau aja" jawab Thania mantap.
"Pasti pak Nathan pengen punya dedek gemmesh kan?"
"Diem April"
"Jadi lo gak tau?" Thania menggelengkan kepalanya.
"Tanya Gibran, eh jangan dia gesrek. Tanya Adnan deh, jangan juga dia lebih-lebih gesrek. Roki aja, tapi sodaraan sama mereka berdua. Jadi Deril aja lebih waras"
"Aku tanya Deril"
"Iyah" Thania berjalan ke kursi Deril. Lalu duduk di sampingnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Guruku Suamiku
Fiksi RemajaKemalangan apa ini tuhan? Ditabrak oleh seseorang, dua kali dengan orang yang sama? Ganteng sih, tapi sayang guruku. Dan yah aku masih ingat janji teman masa kecilku, atau cinta pertamaku? Aku Thania Prisiska Bradifta berjanji akan tetap menunggu...
