Selamat Beraktivitas Gaesss..
Happy Reading❤️
Marcel Pov
Hari ini, seperti biasa aku menatap langit-langit kamarku. Sudah hampir 1 tahun aku bersama dengan Mikha tapi bayangan Raina selalu ada dalam pikiranku, banyak sekali perbedaan Raina dan Mikha meskipun wajah mereka hampir sama.
Tapi Mikha jelas berbeda dengan Raina, Raina yang penyabar, murah senyum, periang, dan selalu bisa menenangkan hatiku. Berbeda dengan Mikha yang mudah ngambek meskipun Mikha sangat mudah dibujuk tapi terkadang membuatku bosan.
Aku tau Mikha jelas berbeda dengan Raina, tapi Raina sangat jelas berbeda, jika Raina berada di rumah Raina akan menghabiskan waktu bersama bunda, berbeda dengan Mikha yang selalu ingin dekat denganku.
"Anak Bunda mikirin apa sih??" Tanya bunda padaku
"Bunda kok gak ngetok dulu sih?"
"Kamu yang gak denger Bunda panggilin,"
"Maaf Bun!!"
"Ada apa, apa lagi yang kamu pikirin?"
"Mikha berbeda kan Bun dengan Raina??" Tanyaku pada Bunda
"Jelas Berbeda sayang, Raina ya Raina. Mikha ya Mikha meskipun wajah mereka hampir sama persis layaknya anak kembar tapi mereka memiliki sikap yang berbeda Sayang." Ucap Bunda sambil mengusap rambutku
"Bunda lebih suka sama siapa? Raina atau Mikha?"
"Hmm, jelas kamu tau jawabannya Cel,"
"Pasti Raina kan Bun,"
"Siapa yang gak pengen punya menantu kaya Raina, yang baik, ramah periang, idaman para seorang ibu hehe. Tapi sekarang kamu sudah memilih Mikha cel, maka kamu harus jalanin dengan baik dan jangan membuatnya kecewa."
"Tapi Bun, Marcel belum bisa lupain Raina Bun, Mikha dan Raina Berbeda, Mikha gak bisa ngertiin Marcel Bun!!"
"Sayang, kamu pasti bisa, jangan buat Mikha kecewa oke, Bunda mau lanjut masak dulu."
Bunda pun berlalu, aku melihat foto-foto Raina dalam album foto yang aku simpan, aku sengaja tidak membuang nya, Mikha tidak tau jika aku masih menyimpan nya, Raina adalah segalanya untukku.
Aku pun masih menyimpan Sweater, Jam, dan kalung dari Raina, mana mungkin aku sanggup membakar Nya. Aku menatap fotoku bersama Raina.
"My princess, andai kamu tau sampai detik ini pun kamu masih selalu ada di hatiku" ucapku sambil memeluk foto dan sweater dari Raina.
"Maksud kamu apa cel???" Bentak Mikha.
Aku pun terkejut saat tau Mikha tiba-tiba berada dikamarku. Sejak kapan Mikha datang, mengapa Bunda tidak mengetahuku.
"Sejak kapan kamu datang?"
"Bahkan kehadiranku kamu gak tau cel?" Ucap Mikha dengan mata yang berkaca-kaca.
"Maafin aku Mik, aku gak bisa bohongin diriku lagi maafin aku" hiks.. hiks..
"Apa arti aku selama ini cel? Apa arti aku buat kamu? Apa hahh??" Hiks.. hiks.. "selama ini aku tulus cinta sama kamu cel, aku sangat mencintaimu cel tapi kamu gak pernah menghargai kehadiranku Sedikitpun!!"
"Maafin aku Mikh, aku gak bermaksud menyakiti hatimu, aku juga gak bermaksud membuatmu kecewa, tapi ini yang aku rasain Mikh aku ngerasa kamu berbeda dengan Raina..... Kamu..." Belun sempat aku melanjutkan perkataanku Mikha telah memotong Nya.
"Aku ya aku cel, Raina ya Raina. Jelas berbeda!!!" Hiks.. hikss "Aku bukan Raina yang selalu sabar menanti kabar darimu cel, aku ingin selalu berada di sisimu meskipun aku tak pernah terlihat di matamu."
KAMU SEDANG MEMBACA
Nadir
BeletrieKekecewaan, patah hati, kehilangan, bahkan penghianatan.. Sulit untuk berfikir jernih, hati terasa mati, sulit merasakan apalagi menikmati kehidupan.. Mampu kah aku berdiri kembali? Atau aku harus memilih meninggalkan Dunia yang menyakitkan ini.... ...
