Selamat Beraktivitas Gaesss..
Author POV
Sebelumnya Author minta maaf belum bisa ngasih cast ke kalian, tapi kalian bisa bayangin siapa aja buat jadi pemeran nya biar feel makin dapat, jadi kalian bisa langsung membayangkan siapa aja yyaa.
Mungkin kalian agak Bingung, karena di awal Marcel itu dipanggil Rhaka, cuma Raina yang manggil Rhaka dengan sebutan Marcel, tapi karena hadirnya Mikha semua berubah.
Terus Raina juga biasa di panggil Dira sama orang tua dan sahabat nya, tapi seketika semua kebiasaan itu hilang, hanya karena hadirnya 1 orang tapi mampu merubah banyak hal dalam kehidupan Raina.
Hanya Raina yang memanggil Marcel, kini semua orang ikut memanggil nya dengan Sebutan Marcel. Begitu juga dengan Mamah Raina, yang awalnya Raina Memanggil ibunya dengan sebutan Mamah, semenjak ada Mikha semua berubah Raina ikut memanggil nya dengan sebutan Bunda bukan dengan Mamah lagi.
Tapi di part ini Raina akan kembali menyebut Rina dengan sebutan Mamah. Raina akan kembali seperti awal, memanggil nya dengan sebutan Mamah dan bukan Bunda. Oke langsung kecerita aja ya ini masih lanjutan dari part berikutnya.
Selamat menjadi saksi kisah hidup Raina yang penuh dengan lika-liku:)
Happy Reading❤️
Aku pun langsung menelfon papah untuk datang ke rumah sakit, tidak butuh waktu yang lama papah langsung datang dan langsung menemuiku, tanpa menemui Mamah terlebih dahulu.
Papah sangat khawatir dengan keadaanku, dari dulu memang cuma papah yang sangat perhatian denganku, aku selalu dibanggakan dan disayangi layaknya seorang putri.
Papah selalu ada untukku, saat aku tertawa, saat aku menangis, papah selalu ada untuk memelukku dengan erat, papah selalu bilang aku adalah tuan putri yang paling dia sayangi jadi aku tidak boleh bersedih.
Awalnya keluargaku sangat harmonis, dan sangat bahagia semua hanya akan ada canda dan tawa, aku dan Zahra selalu tersenyum dan bahagia. Sampai akhirnya semua berubah, pelan-pelan tapi pasti.
Rumah yang dulu penuh dengan kebahagiaan sekarang hanya ada rasa sakit yang aku rasakan, sekarang aku sadar kehidupan akan terus berputar Kedepan, kadang kita bahagia, kadang juga kita menangis. Kita tidak bisa menebak apa yang akan terjadi dikemudian hari.
Begitu juga yang aku rasakan saat ini, jika benar Mikha adalah kembaranku yang hilang apa Mamah akan melihatku? Apakah Mamah akan tetap memelukku, atau melupakanku karena putri kesayangannya sudah ditemukan.
"Sayang, kamu kenapa?" Ucap papah yang datang dengan rasa Kekhawatirannya.
"Dira baik-baik aja pah, Dira cuma mau Donor darah buat Mikha, itu pun kalo hasilnya positif pah!" Aku pun tersenyum untuk meyakinkan papah bahwa aku baik-baik saja.
"Papah sangat khawatir sayang, papah sangat takut jika terjadi sesuatu padamu, papah sangat takut!!" Ucap papah sambil memelukku.
Iya benar, papah sangat begitu menyayangi diriku, bahkan lebih dari yang aku tau, papah adalah segalanya untukku. Aku sangat menyayangi nya.
"Pah, Dira mau minta sesuatu sama Papah, Boleh?"
"Kamu mau apa sayang? Apapun akan papah lakuin jika itu bisa membuatmu terus tersenyum." Ucap papah sambil mengelus rambutku.
"Dira mau kita melakukan tes DNA!!"
"Tes DNA? Tes DNA apa sayang?" Tanya papah yang sedikit kebingungan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Nadir
Genel KurguKekecewaan, patah hati, kehilangan, bahkan penghianatan.. Sulit untuk berfikir jernih, hati terasa mati, sulit merasakan apalagi menikmati kehidupan.. Mampu kah aku berdiri kembali? Atau aku harus memilih meninggalkan Dunia yang menyakitkan ini.... ...
