Merelakan

230 189 16
                                        

Selamat Beraktivitas buat yang lagi beraktivitas❤️

Happy Reading❤️

Author Pov

Lika-liku kehidupan memang seperti ini, kadang kita bahagia, kadang kita bersedih. Tapi percayalah tak ada yang abadi di Dunia ini.

.
.
.


.
.

🌷🌷🌷

Raina Pov

Aku membereskan kamarku Sebelum aku berangkat ke taman, karena hari ini Mikha ingin bertemu denganku, aku tak tau untuk apa Mikha mengajakku bertemu apa yang ingin dia bicarakan tapi yang pasti aku bisa tebak ini soal Marcel.

Tiba-tiba tanpa sengaja aku menjatuhkan kotak yang isinya kalung inisial M , cincin dengan nama Raina Marcel, serta jam tangan pink.

Flashback On

Hari ini tepat 1 tahun aku dan Marcel jadian, kami bertemu di Caffe Cantika, caffe yang indah aku sangat menyukai Caffe ini.

Bukan dari luarnya saja yang bagus tapi pelayanan nya juga bagus, waiters yang ramah, kasir yang ramah, aku sangat menyukai caffe ini.

Tiba musiknya berganti dengan lagu kesukaanku *A Thousand Years* aku sangat menyukai lagu ini rasanya indah sekali.

Tiba-tiba Marcel detang dengan membawa bunga mawar merah bercampur dengan pink, serta kotak pink.

"Selamat hari jadi My Princess"

"Thank you sayang, ini semua kamu yang nyiapin?"

"Iya sayang, kamu suka?"

"Termasuk lagu itu?"

"Iya sayang, kamu senang kan"

"Aku senang Banget cel, ini lagu kesukaan aku"

"Ini buat kamu"

"Apa ini?"

"Buka aja Rain"

Aku pun membuka nya, sungguh bahagia rasanya isinya adalah kalung, cincin, dan jam tangan yang aku inginkan.

"Kalung ini inisial M biar kamu selalu ingat sama aku Rain, sedangkan cincin ini ada namanya Raina dan Marcel biar kamu dan semua orang tau kalo kamu itu punyaku, dan jam ini agar kamu selalu ingat dengan waktu dan ingat kamu harus jaga kesehatan dengan baik ya sayang ILoveyou Raina"

Aku menangis terharu mendengar Marcel berkata seperti itu, aku tak menyangka Marcel sesayang ini denganku.

"Makasih sayang, aku juga sangat mencintaimu"

Marcel Memakaikan kalung di leherku, dan cincin di jari manisku aku sangat bahagia bisa bersama dengan Marcel.

Aku selalu Berdoa dan Berharap agar aku dan Marcel selalu bersama sampai kami lulus nanti dan dijauhi dari orang-orang yang berusaha untuk masuk kedalam Hubungan kami.

Kami makan bersama, setelah makan Marcel mengajakku berjalan mengelilingi kota ini, aku sangat menikmati Moment ini.

Akhir-akhir ini Marcel jarang sekali menghubungiku, aku tak tau sesibuk apa dirinya sampai untuk memberikan kabar pun Marcel tak bisa. Dan ternyata Marcel menyiapkan ini semua untukku.

Aku Sangat bahagia hari ini, dan aku tak ingin melewatkan Moment bahagia ini.

Flashback Off

NadirTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang