Bagiku, tawamu prioritasku
Senyummu, kebahagiaanku
Tak peduli kuharus gila untuk dapatkan itu
Tak peduli harus jadi badut untuk terbitkan itu
Tak peduli bila harus menanggung sakitmu, sedihmu, dan lukamu
Dan sungguh aku tak peduli bila harus sakit ketika kau bahagia dan meninggalkanku
Dulu awalnya kukira kau datang untuk memberi cinta
Memberi suka dan tawa bahagia untuk 'kita'
Kukira kamu ingin bersamaku
Menyukaiku, dan memberi hatimu
Kukira, aku bulan dalam hidupmu
Yang menemanimu dalam gelap dan sunyi duniamu
Hingga perlahan...
Aku sadar,
Bahwa ku hanya teman yang menghiburmu kala susah
Disaat lelah, disaat sakit
Yang bertugas menghibur lalu ditinggal pergi
Aku kini sadar, bahagiamu bukan bersamaku
Tawamu hanya ketika aku mampu menghiburmu
Aku hanya badut dibalik layar yang bertugas mengisi batrei milikmu
Yang apabila penuh kau tinggal dan kembali bersamanya
Tapi tak apa
Meski hanya bintang yang menjadi 'salah satu'
Aku akan terus berusaha menjadi bintang yang menerangi duniamu
Karna aku begitu bahagia menjadi bagian dari hidupmu
Meski tak terlalu berharga untukmu...
Aku akan tetap ada
Untuk menampung keluh kesah dan segala sedih dan pedih harimu
Karna yang perlu kau tau,
Aku hanya akan pergi dan hilang dari pandangmu
Bila kau mengusir dan tak lagi membutuhkan diriku
Meski bagimu,
Aku mudah terganti
Nyatanya,
Bagiku kamu takkan pernah terganti
Sungguh ku tetap mencintaimu
Meski kau tak menganggapku
Sep,2020
KAMU SEDANG MEMBACA
Sajak Senandika
PoetryOn Going🔰 Sekumpulan tulisan absurd yg terlintas dalam bentuk karya sastra^^ Bercerita tentang aku, kamu, dan segalanya tentang kita. Masih dalam masa pemula yg butuh banyak belajar mengenai sastra. Yg mengungkap dan merangkai kata sedemikian rupa...
