Sore ini bagitu indah
Begitu nyaman dengan membahas kisah kita
Angin bertiupan menjadi teman
Juga lembayung* yang menggantung di cakrawala*
Begitu sempurna mewarnai kisah kita,
Kita yang dimabuk cinta...
Seakan dunia penuh dengan jutaan warna
Canda tawa terlontar begitu saja
Menikmati rasa dengan bergurau bersama
Wajah berseri,
Seolah sedang menunjukkan asa tentang rasa
Tentang tulus yang nyata didalam hati
Tentang cinta yang begitu memenuhi rongga jiwa
Angin sepoi tiba membisik
Membawa kenangan cinta yang masih mereka kenang hingga kini
Tentang asmaraloka* yang telah mereka lampaui
Tentang mulus-terjal jalan yang pernah mereka hadapi
Hingga tiba awan hitam menutup sang lembayung
Suasana dingin menyebar bersama dersik*
Menutup kisah tawa juga bunga yang kini layu
Tiba juga gelegar petir menambah candramawa* pada langit
Suatu kisah telah terungkit
Kisah kasih dibalik kisah milik kita berdua
Kisah yang bagai topan mendera hati
Menghancurkan segala hal tentang kita berdua
Adanya dia bagai dersik ditengah gurun
Yang melayukan kepercayaan dan senyum
Membekukan hati yang baru berbunga
Mencairkan tembok kepercayaan yang masih sedikit retak
Batu besar kini menghantam dada
Hati yang baru berbahagia,
Kini kembali terluka
Pula oleh orang yang sama
Sesak melilit jiwa
Melihat begitu perdulinya engkau pada ia
Kini hanya dersik yang menemani
Bersama gelap malam tanpa sang dewi*
Hanya dingin
Dan kenangan tentang rasa yang kemarin
Juga luka
Dan kesadaran untuk pergi
Kini hanya dapat mencoba derana*
Mema'afkan dan membuka dunia sendiri
Tanpa kamu,
Tanpa kita
Hanya aku,
Bersama dersik ditengah senyap
Notes:
*Lembayung = Mega jingga/merah dilangit sore
*Cakrawala = Lekungan langit/langit
*Asmaraloka = Dunia kisah kasih percintaan
*Dersik = Desir angin
*Candramawa = Hitam bercampur putih
*Sang dewi = Dewi malam/rembulan
*Derana = Tabah/lapang dada
Nov,2020
KAMU SEDANG MEMBACA
Sajak Senandika
PoetryOn Going🔰 Sekumpulan tulisan absurd yg terlintas dalam bentuk karya sastra^^ Bercerita tentang aku, kamu, dan segalanya tentang kita. Masih dalam masa pemula yg butuh banyak belajar mengenai sastra. Yg mengungkap dan merangkai kata sedemikian rupa...
