"Tak apa sendiri, karna setidaknya ku tak menangis dalam sepi...
Tak meratap dalam sunyi... Setidaknya kekosongan ini, tak meluncurkan air mata sakit dan tawa senyum paksa"
.
.
.
"Manusia memang begitu, berego besar, berambisi tinggi serta hati yang berubah semudah membalik telapak tangan"
.
.
.
"Cinta dan Berjuang tak apa, tapi mohon diperhatikan... Mana yang berjuang dan mana yang bodoh?"
.
.
.
"Mudah katakan cinta, Mudah katakan benci, Mudah katakan pergi... Tapi hati? Semudah itu kah lupa?"
.
.
.
"Kata orang, mempertahankan lebih sulit ketimbang meraih:)"
.
.
"Hubungan itu bagai mengendalikan kapal, ketika ombak besar dan cuaca buruk melanda... Bagaimana kamu, akan memilih mempertahankannya sampai tujuan? Atau pergi berenang ketepi dan membiarkannya karam?"
.
.
.
"Perbedaan yang paling menyakitkan adalah antara yang satu berpijak pada tanah dan yang lain didalam tanah, tanpa dapat menyapa dan sulit melupa"
.
.
.
"Katanya luka akan sembuh dengan seiringnya waktu tapi tidak dengan bekasnya"
.
.
.
"Kita saling mencintai, hanya saja kamu mencintainya disaat aku mencintaimu"
.
.
.
"Disaat aku menggenggam duri untuk mencium wanginya mawar, kamu memberinya melati disaat dia hanya diam tanpa suara:)" >>hehe aku rapopo<<
Sep,2020
KAMU SEDANG MEMBACA
Sajak Senandika
PoesíaOn Going🔰 Sekumpulan tulisan absurd yg terlintas dalam bentuk karya sastra^^ Bercerita tentang aku, kamu, dan segalanya tentang kita. Masih dalam masa pemula yg butuh banyak belajar mengenai sastra. Yg mengungkap dan merangkai kata sedemikian rupa...
