Chapter 4

1.4K 114 1
                                    

- Skip Time -

Naruto menguap lebar, tadi malam ia hampir tidak tidur karena kembali mengasah kemampuan Kenjutsu miliknya, dan ia juga kemarin malam melatih kedua Magic miliknya agar bisa benar-benar ia kuasai, setelah bertarung melawan Arthur Pendragon kemarin, Naruto sekilas bisa melihat jika Arthur berhasil menghentikan salah satu tebasannya dan juga jika Arthur tidak merubah lintasan serangannya dan tetap menyerang kedepan maka jelas mereka berdua akan menderita luka berat...,

Naruto menghela nafas, sepertinya dirinya sudah mulai terbiasa dengan dunia ini..., hingga setiap hal-hal diluar akal sehat yang ia lihat sudah menjadi hal yang biasa, Naruto berjalan dengan malas menuju Gedung Utama Academy, ia lebih memilih tidur dikasur miliknya daripada belajar pelajaran Kenjutsu dasar dari Guru Killer Ibiki...,

sepanjangan perjalanan Naruto merasa jika ia seperti ditatap oleh banyak pasang mata, namun Naruto mengabaikan hal itu dan kembali melanjutkan perjalanan menuju Gedung Academy...,

" Pagi, Naruto-kun..., "

" Pagi, Namikaze-san..., "

Naruto menghentikan langkahnya dan menatap kepara Murid Divisi Knight yang menyapanya..., ia menatap bingung hal itu, bukankah Murid Divisi Knight tidak pernah ada yang menyapanya dan biasanya selalu memberinya tatapan memuakkan?, lantas kenapa setiap murid Divisi Knight sekarang pada menyapanya?...,

Naruto mengangkat bahu tak peduli, dan melanjutkan perjalanan menuju kelas, sesampai disana Naruto kembali merasakan jika dirinya diperhatikan, Naruto menoleh kesamping dimana para Perempuan langsung memeki pelan dan mengalihkan pandangannya berusaha menghindari kontak mata dengannya...,

Naruto menatap hal itu dengan satu alis terangkat sebelum ia mengangkat bahu tak peduli dan berjalan menuju bangkunya yang paling belakang dan duduk disana, Naruto menatap kedepan dengan pandangan ngantuk sebelum ia menguap lebar dan melipat tangannya diatas meja dan menyusupkan wajahnya disana, ia memutuskan untuk melewatkan pelajaran dari Ibiki-sensei untuk mengistirahatkan tubuhnya..., tak lama dengkuran halus terdengar disana...,

- Change Scene -

Hari beranjak siang dan bel istirahatpun bergema, para murid langsung berhamburan keluar untuk mengisi perut mereka yang kosong termasuk Naruto yang berjalan malas menuju kantin, sesampainya disana Naruto langsung menghela nafas melihat Antrian yang sangat panjang, ia memutuskan untuk berdiri dibagian paling belakang..., setelah beberapa menit mengantri akhirnya Naruto mendapat gilirannya...,

" Madame!, aku minta yang biasa ya?..., "

" Oh, Naruto-chan kah?..., sebentar ya..., "

Tak lama pesanan Naruto datang, diatas nampan terdapat dua buah Onigiri..., Naruto tersenyum menatap hal itu...,

" Nah ini dia, Naruto-chan. "

" Arigatou, Madame..., "

Setelah mengatakan itu Naruto segera bergegas mencari meja yang tersisa namun sayang, tidak ada satupun meja yang kosong, Naruto menoleh kesamping dimana disana ada sebuah pohon besar..., Naruto tersenyum dan memutuskan untuk memakan makan siangnya disana...,

Naruto duduk dibawah pohon dan segera memakan onigiri miliknya, ia memakan dengan hikmat hingga tidak menyadari jika murid-murid yang berada didalam kantin tengah menatapnya, dengan pandangan kagum..., Naruto terus memakan bekal sampai sebuah teriakan membuat ia menghentikan acara makannya...,

" Kyaa!, lihat itu Kyubi Nee-sama..., "

Naruto mengalihkan pandangannya dan menatap kearah seorang perempuan cantik, sangat cantik!. Dengan surai merah keorangean, iris ruby indah, tubuh bak seorang model majalah ternama, jika Naruto harus memberikan tanggapan maka, Kyubi merupakan Perempuan yang sempurna, sangat sempurna sampai membuat ia muak..., Kyubi terlihat tengah mencari seseorang dan ketika pandangan mereka bertemu, Kyubi langsung melangkah kearahnya..., Naruto mengabaikan hal itu dan melanjutkan acara makannya...,

The Worst OneTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang