Friday(0.5) : Hello Stranger

43 10 25
                                        

Malam para penggiat dunia oranye! Semoga hari kalian sedari mentari menjunjung selalu baik. Kali ini aku kembali update, dan diharapkan bacaan ini bisa menjadi oase penghujung hari sebelum menyelami alam mimpi! Tetap semangat menjalani hidup ya, dan jangan lupa untuk bahagia sebab bahagiamu ikut menyumbang asa hidup bagi orang di sekitarmu~

-Yeoni

******

BGM : Helplessly by Tatiana Manaois

Silakan putar bgm pada media, untuk pengalaman membaca yang paling baik~

Menyandarkan diri di sandaran ranjang, Changbin terbangun setelah mendengar bunyi alarm paginya. Ia terdiam dengan rupa bantal juga netra legamnya yang memandang abstrak lingkup kamarnya, kepalanya sedikit pening akibat ulah petra yang menyusup hingga ke dalam pori-pori kepalanya. Meskipun ia telah mandi air hangat sesaat sampai di rumah semalam.

Akhirnya pria Seo itu beranjak. Ia melipat selimut kelabu serta menarik sudut-sudut bed cover kemudian menata sedemikian sehingga ranjangnya itu tampak lebih rapi macam sedia kala. Changbin keluar dari ruangan kekuasaan de facto-nya  itu, sumber kendali motoriknya menuntun kedua tungkainya menuju dapur dan mengeluarkan berbagai bahan pangan dari lemari pendingin dua pintu miliknya. Pria rupa tegas itu kali ini hanya akan menyuguhkan hidangan sederhananya untuk sarapannya.

Bicara soal kepiawaian mengolah hidangan, Changbin terbilang cukup andal, dan boleh saja ia unjuk gigi terkait hal itu dalam taraf standaritas pria rantau alias hidup mandiri.

Pria Seo itu meniriskan selada, tomat ceri, dan kubis ungu yang mulanya ia potong lalu mencucinya di aliran air. Kemudian, ia menaruh sayuran itu pada mangkuk besar, yang telah berisi campuran minyak zaitun, cuka balsamik, dan perasan lemon. Lalu ditambahkannya parutan keju dan telur rebus sebelum akhirnya ia aduk rata.

Bunyi dentingan dari microwave mengalihkannya, sesaat ia menuntaskan pembuatan salad. Ia menghampiri benda bentuk balok itu dengan menggunakan sarung tangan anti panas. Lalu mengeluarkan loyang metal yang terdapat satu tangkap roti lapis berisi paduan telur, bacon, bayam, dan mayones rendah lemak di dalamnya.

Sebagai informasi, lemari pendingin miliknya penuh dengan macam kreasi makanan buatan tangan yang ia simpan di wadah kedap udara. Semua itu menjadi kebutuhan baginya bila sewaktu rasa lapar menggeliati percernaan. Jadi, ia hanya perlu menghangatkan hidangan itu dalam microwave.

Sebagai seorang developer, ia kerap bergadang dan hari-harinya jua ia habiskan untuk menyelesaikan projek maupun kontrol program, yang pastinya ia butuh asupan yang cukup tuk menunjang otak dan stamina kerja.

Changbin tengah menyusun roti lapisnya di atas piring putih cekung, namun agaknya nahas menimpanya saat ia tak sengaja menyenggol loyang metal yang masih setia dengan temperatur panas.

"Akh!" Changbin langsung memekik kejut saat rasa terbakar mendera sikunya. Lelaki itu sontak saja menuju wastafel cuci piring, dan mengguyur bagian tangannya yang sekarang menjalarkan rasa perih dan panas bersamaan.

7 Days with ChangbinCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang