... Bagian 3 [Ruang BK Dan Kedai]

16 7 0
                                        

Sejujurnya sejak gadis itu mulai bernyanyi, Zelvin sudah masuk ke dalam ruangan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sejujurnya sejak gadis itu mulai bernyanyi, Zelvin sudah masuk ke dalam ruangan. Namun ia memilih diam, mendengar dan sedikit menikmati lagu yang dibawakan. Setelah mendapati Ana sedang siaran langsung, Zelvin ada ide untuk menjahili cewek tersebut.

"Ada apa?" ketus Ana.

"Berhenti nyanyi suara lu jelek, telinga gue sakit dengernya." Yang benar saja! Itu hanya kebohongan kecil.

Ana menggeram emosi, kalimat itu begitu nyelekit. Selama ini orang-orang selalu memujinya. Ia meletakkan gitar dengan kasar, dan merapikan baju sebelum berdiri.

"Telinga lu itu yang bermasalah, segala bilang suara gue jelek. Pergi lu jangan ganggu gue." Garis muka tersirat amarah itu nampak jelas. Penonton live Instagram-nya mungkin tidak melihat jelas, sebab Ana sudah memalingkan muka.

Zelvin menahan senyum, lebih tepatnya tawa. Ke-dua sisi bibirnya ia tarik ke dalam. Sebelum membalas lelaki itu berdehem sebentar.

"Ga malu apa? Dilihatin penonton." Kedua mata itu memberi kode melewati arah mata.

Sontak kedua netra tersebut melebar. "Hahaha," tawanya paksa di depan kamera.

"Seperti yang kalian lihat, ini merusak kegiatan gue banget, euuhh. Udah ya, thanks yang udah nemenin kegabutan gue." Jari lentik itu langsung menekan ikon home.

"Fuck! Lu malu-maluin gue, Boy. Kalau lu mau di sini ga perlu ganggu gue juga kali. Stupid male!"

Tidak peduli cewek di depannya mengoceh, Zelvin tetap memainkan gitar yang tadi sempat dimainkan Ana. Dengar sih dengar, hanya saja sedang pada fase males ngladenin. Bisa lah, buat lagu untuk mengiringi permainan Zelvin.

"OMG, citra baik gue tercoreng gara-gara lu." Ana menendang garis tulang kaki Zelvin. Seketika ringisan pelan keluar, betapa lemahnya garis tulang itu. Lelaki itu mengosok kaki berkali-kali. Ana meringis, ia tahu betapa sakitnya itu.

"Kalau nendang lihat-lihat, ini tulang ga bisa lu tendang gitu aja."

"Ye gue tau, tapi gue ga peduli sih."

"Bangsad!"

"KALIAN BERDUA IKUT SAYA KE BK SEKARANG!!"
_____

Dua kali untuk hari ini Zelvin dan Ana berkunjung ke BK. Kedatangan keduanya mendapat perhatian dari semua guru di dalam ruangan, mengingat dua murid itu sudah hadir di ruangan yang sama beberapa menit yang lalu. Bu Jeje menatap sengit.

Sofa Ruang BK yang semestinya empuk, menjadi tidak nyaman bagi siapa saja yang bersinggah dan mendapat peringatan dari guru. Tangan Zelvin menumpu pada lutut, menunggu wanita di depannya berujar.

ZELVINATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang