Selamat membaca!
Bughhh
Tubuh ramping gadis cantik dengan seribu pesona pun jatuh di atas kasur empuk nan nyaman untuk di tiduri. Ya, ivana jatuh tepat di atas tubuh kekar idaman para wanita.
Tatapan keduanya mata saling beradu seakan siapakah yang paling hebat dalam tatapan maut mereka, "berkedip lahh Gorilaaaa jelek!" ucap kevin sambil meniup mata indah gadis di hadapannya
"maaf mengganggu aktivitas kalian!" ucap seseorang yang merupakan pak kades, keduanya manusia yang sedang pdkt pun langsung bangkit dan kembali pada posisi semula
"hehehe, ada yang bisa saya bantu pak?" tanya ivana bingung, bagaimana tidak? Keduanya tertangkap basah sedang bermesra²an dengan keadaan yang tak memungkinkan orang berfikir positif
"sebelumnya saya minta maaf, telah mengganggu kalian.. Tapi ini ada beberapa warga yang ingin berterimakasih kepada kalian berdua, yang telah membantu desa kami" jawab pak kades, di belakangnya terdapat beberapa warga yang mungkin saja menyaksikan kejadian yang tak di undang
"maaf bu dokter, kami para ibu² tadi memasak banyak makanan untuk para bapak² yang kerja bakti dan ini untuk bu dokter dan pacarnya" seorang ibu² berhijab memberikan tiga kotak yang di dalamnya mukin terdapat banyak makanan "semoga suka, maklum masakan kampung" lanjutnya
"ahh, makasih banyak ya buu.. Pasti kami suka, kebetulan rekan saya sedang dilanda kelaparan yang amat menyakitkan" ivana menerima kotak tersebut dengan hati yang sangat bahagia, jangan lupakan kata yang mampuh membuat beberapa ibu² senyum² sendiri
"ohh ya, kami juga sudah menyiapkan tempat untuk kalian tinggal sementara waktu, Tempatnya ada disana, di sebelah kiri lalu kanannya tempat saya. Kalau ada apa² bisa langsung ketuk pintu rumah saya" ucap pak kades sambil menunjuk sebuah rumah
"baik pak terimakasih" jawab kedua manusia tersebut yang tertangkap basah tadi, "kalau begitu kami semua pamit ya, berhubung sudah sangat sore.. Permisi silakan dilanjutkan" ucap pak kades lalu meninggalkan dua pasang manusia tersebut
"yak! Ini semua karna kau" ucap ivana sambil menunjuk kevin yang kembali cuek bebek, "bukan kah semua ini kau yang mulai? Dengan menjambak rambut ku" kevin yanh tak terlalu mempedulikan wajah merah ivana langsung membuka kotak tersebut
"wahhh isinya sangat bayak, lihat ada biskuit dan beberapa kue" ucap ivana sambil menunjuk makanan tersebut "cepatlah makan Gorilaaaa jelek, jika tidak aku akan habiskan sendiri"
"yayayaya, dasar pria menyebalkan tak tahu diri.. Masih untung aku mau berkerja sama dengan mu huu"
🐼🐻🐼
Ivana berserta kevin si pria menyebalkan tak tahu diri, sedangkan berada di sebauh rumah yang akan menjadi tempatnya sementara. Rumah tak sesuai dengan pemikiran ivana, ya maklumin anak kesayangan
"mengapa hanya ada satu kamar tanpa pending ruangan sii? Lalu mengapa kamar mandi ada di luar kan susah kalau mau ke kamar mandi?" dumelnya dengan muka yang sudah tak terbaca lagi
"lalu memangnya mengapa hah? Masih untung di kasih temapat tinggal, lagi pula kemarin tak mengeluh" timpal kevin sambil meletakan kedua tas berat, lalu memasukan motornya kedalam rumah
"yak! karna kemarin kita tinggal di posko kesehatan, dan sekarang kita tinggal dirumah! Mengapa kau memasukan motornya kedalam?" tanya ivana yang tak mengerti, lalu sedikit menyingkirkan badannya ke kanan
"tadi pak kades yang suruh, ia takut motor ku di curi warga sebelah.. Ya memang jaraknya sangat jauh dan berada di tengah hutan, tetapi pak kades takut motornya di curi dan aku tak bisa pulang" jawab kevin panjang sambil membenarkan letak posisi kendaraan roda dua tersebut
"apa kau ingin membersihkan badan? Jika iya, ikut dengan ku dan jika tidak diamlah disini" tanya kevin saat melihat gadis tersebut sedang membuka tasnya
"iya, dimana kau letakan pakaian ku?" kevin yang melihat ivana mengeluarkan barang bawaannya besarta gadis itu langsung ikut ngambil posisi "ada di dalam tas warna merah dan yang hitam punya ku"
"apakah letak kamar mandinya sangat jauh? Badan ku sudah sangat lengket" keluh ivana yang sudah siap dengan peralatan mandinya "dasar anak manja!"
Kini keduanya pun langsung menujuh kamar mandi, yang letaknya lumayan cukup jauh. Dengan dua senter keduanya langsung menujuh tempat tujuan tersebut
"ahh akhirnya sampai juga, aku tidak bisa membayangkan lagi jika aku tinggal lebih lama di desa ini" ucap ivana dengan wajah yang terlihat menyesal
Kevin yang malas meladeni segera masuk dan memeriksa keadaan tempat tersebut, menyalakan dua pelita yang terletak di berbagai sudut kamar mandi tersebut
"cepatlah mandi, aku akan menunggu mu! Jika takut atau mendengar suara aneh panggil aja nama ku, aku akan menjawabnya" ucap kevin dengan nada cuek "jangan mengintip!!!"
Ivana pun segerah masuk ke dalam kamar mandi tersebut dan dengan cepat ia membersihkan tubuhnya, tak jarang gadis itu memanggil nama pria cuek tersebut dan jawab dengan berbagai ejekan yang membuat gadis tersebut kesal sendiri
Saat hendak memakai baju ivana gadis cantik itu dikejutkan dengan sebuah makhluk yang sangat kecil, tetapi membuat siapa pun yang melihat langsung berlari secepat kilat
Aaaaaaaaaaaaa
Zeng zengggg, besok! Besok lagi ya gessss!!
Akhirnya otak gue bisa di ajak jalan juga ama nehh ceritaa kwkwkkkwwkkk
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Abdi Negara
Fiksi UmumCinta itu tak memandang siapa dan apa pun,, cinta itu tak memperdulikan ia siapa dan entah dari mana, dan cinta itu tak bisa dipaksakan... Cinta antara seorang dokter dengan seorang tentara.. Kisah yang saling membuat satu sama lain berjauhan akan...
