Setelah mereka sampai, mesin waktu itu menghilang. Ternyata orang-orang yang Suga suruh datang terlebih dahulu sampai disana, untuk menyambut kedatangan mereka berempat.
"Tuan Suga, rumah yang anda minta sudah selesai" Ucap salah satunya.
Jadi mereka datang ke satu tahun sebelumnya Suga dan kawan-kawan datang. Hanya Suga yang mengetahuinya karena sudah jelas ini adalah rencana Suga.
Min Suga Genius itulah sebutan nya. Jadi tak heran jika dia bentindak di luar yang kalian kira.
"Bagus, apa kalian semua baik-baik saja? Ada yang mati?" Tanya Suga.
"Tidak tuan kami semua baik-baik saja" Ucap Seungcheol atau bisa di panggil Scoups.
"Bagus, apa yang saya suruh terlaksana dengan baik?" Tanya Suga lagi.
Namjoon, Jimin dan Jhope hanya memperhatikan saja. Mereka shock kecuali Namjoon karna Suga benar-benar memikirkan sampai akarnya.
"Semua sudah sesuai dengan yang anda perintahkan" Ucap Vernon.
"Terimakasih kalian sudah berusaha, kalian boleh istirahat dan melakukan aktivitas kalian kembali" Ucap Suga. Lalu orang-orang itu pergi melakukan aktivitas mereka masing-masing.
"Namjoon, coba kamu liat daerah sini apa tempat ini aman untuk kita. Jimin kamu liat baju yang sudah di beli oleh mereka, lalu siapkan baju untuk kita pakai. Dan kamu Hobie hubungi Mingyu apa itu berhasil atau tidak" Perintah Suga.
Mereka bertiga mengikuti perintah Suga. Suga menatap langit, dia berdoa semoga dia berhasil membuat perubahan.
"Hyung, aku sudah menyiapkan baju untuk kita" Ucap Jimin.
Suga berjalan ke rumahnya, melihat sekeliling. Rumah sederhana namun elegan, nyaman untuk di tempati. Memasuki kamarnya, lalu bergegas mengganti pakaiannya.
Suga memakai topi dari jerami, lalu menatap pantulan dirinya di cermin.
"Tidak buruk, dan aku masih keren" Gumamnya.
Keluar dari kamarnya, sekarang dia bingung mau melakukan apa. Suga melihat Jeonghan dan Seungkwan akan pergi. Lantas Suga menghampiri keduanya.
"Hey, kalian mau kemana?" Tanyanya.
"Kami mau ke pasar tuan" Ucap Seungkwan.
"Panggil aku hyung jangan tuan" Kata Suga.
"Apa aku boleh ikut?" Tanyanya.
"Tentu boleh hyung" Ucap Jeonghan.
.
.
.
Mereka sampai di pasar, Suga menatap berbinar. Keren, itu lah yang Suga ucapkan kala melihat pasar disana. Sedikit berbeda dengan pasar yang ada di drama korea.
"Hyung kita pergi ke tempat obat-obatan ya" Kata Jeonghan lalu pergi bersama.
Lagi-lagi Suga terpesona, toko yang sangat rapi dan juga obat-obatan tradisional ada disini. Benar-benar kuno dan menarik.
Suga memutuskan untuk berjalan tidak jauh dari toko obat itu, dia memperhatikan pedagang disana. Matanya tertuju pada pedagang daging yang sedang mencincang daging disana. Matanya bersibobrok dengan sang pedagang, Suga melihatnya dengan tatapan datarnya dan pedagang itu mengangguk seolah tau apa yang sedang Suga beritahu.
Suga melanjutkan untuk melihat pedagang lain, namun tak disangka seseorang menabraknya. Suga terjatuh dengan seseorang mengukungnya.
Mata pemuda itu membola tersentak dari lamunannya. Pemuda itu pun bangkit dan membantu Suga untuk berdiri.
"Maafkan saya yang mulia, saya tidak melihat anda" Suga terkejut kala pemuda itu sujud di hadapannya.
"Hey bangunlah" Ucap Suga.
"Tidak yang mulia tolong maafkan saya" Pemuda itu tetap bersujud.
Lantas Suga mengangkat pemuda itu agar bangun.
"Tidak apa-apa, pergilah" Ucapnya.
"Sekali lagi maafkan saya" Pemuda mengangguk dan membungkuk lalu pergi.
"Astaga, dia membuatku jantungan" Ucap Suga sambil memegang dadanya.
"Hyung! Kamu gapapa?" Tanya Jeonghan khawatir.
"Gapapa, ayo kita pulang. Kalian sudah selesai kan?" Ucap Suga.
"Sudah hyung, mari kita pulang" Ucap Seungkwan.
.
.
.
Sesampainya di rumah, Suga terus memikirkan pemuda itu, dia memanggil Suga dengan sebutan Yang Mulia.
Suga menepuk jidatnya,
"Astaga dia melihat wajahku yang sama dengan bajingan itu. Bisa-bisanya aku lupa" Batinnya.
"Hyung kamu baik-baik saja?" Tanya Namjoon.
"Joon seseorang melihat wajahku saat aku, Jeonghan dan Seungkwan berbelanja di pasar" Ucap Suga.
"Yakk hyung, bagaimana bisa hyung ceroboh" Ucap Jhope.
"Siapa yang melihat hyung?" Tanya Jimin.
"Seorang pemuda tampan" Ucap Suga.
"Tampan?" Beo J-hope.
Suga tersentak dan wajahnya memerah,
"Emang nyatanya dia tampan karena laki-laki" Elak Suga.
"Sebaiknya hyung hati-hati, berbahaya jika identitas hyung terbongkar sebelum waktunya" Ucap Namjoon.
Suga mengangguk paham,
"Aku mengerti Joon, kalian berbaur lah dengan warga disini. Agar tidak mencurigakan" Ucap Suga.
"Kami akan mencoba hyung" Ucap Jimin.
"Kalian istirahat dulu, baru sampai sudah berkeliaran" Ucap Jeonghan.
"Benar, kalian harus beristirahat dulu" Kata Seungkwan yang di balas anggukan oleh mereka berempat.
"Semoga rencanaku berjalan dengan baik" Batin Suga.
Beranjak dari ruang tengah menuju kamar masing-masing, mereka harus beristirahat karna perjuangan mereka akan dimulai.
Tbc
Jan lupa vote dan komen
Makasih
KAMU SEDANG MEMBACA
Daechwita | Kookga [On Going]
FantasySuga yang ingin pergi mengubah masa lalunya, demi membuat masa depan keluarganya lebih indah. akan kah dia berhasil merubah nya? atau terjebak di masa lalu? silahkan di baca jika penasaran jangan lupa vote dan comment WARNING! BXB yang ga suka BX...
![Daechwita | Kookga [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/238052166-64-k178164.jpg)