16

3.8K 907 288
                                        

Bugh!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Bugh!

Aku membelalak kaget liat Jaehyun ditonjok sama kak Taeyong. Jujur, aku tercengang banget, soalnya, sejak-kapan-kak Taeyong-ada di sini?

Saat aku nengok memastikan, loh, ke mana kak Sehun?! Cuma ada Doyoung sama kak Taeyong di belakang aku.

Jaehyun meringis kesakitan saat tinjuan kak Taeyong terulang lagi mendarat di pipinya. "Rasain kamu Youtuber gila!"

Aku sama Doyoung saling tatapan dalam beberapa detik. "Doyoung, pisahin mereka dong," bisikku.

"Aku takut ketonjok Ann, nanti bundaku marah," keluh Doyoung.

Jujur kalau aku gak mengontrol emosi, mungkin sekarang aku udah marahin Doyoung. Karena gemas melihat dia masih terpaku menonton keributan yang disebabkan sama kak Taeyong, aku pun memisahkan dua orang lelaki itu.

Sudut bibir kanan Jaehyun agak robek karena tinjuan kak Taeyong. Aku memaksa masuk ke tengah untuk memisahkan mereka, lebih tepatnya sih menghentikan kak Taeyong.

"Kak, udah kak. Jaehyun itu bukan samsak." protesku.

Sepertinya amarah kak Taeyong belum mereda. "Maaf Ana kamu kepinggir dulu, saya mau ngasih pelajaran buat Youtuber yang udah nyakitin kamu." Sorot mata kak Taeyong masih berkilat-kilat. Sedangkan Jaehyun tengah menunduk pasrah. Aku jadi nggak tega liat keadaan Jaehyun.

"Ana, sayang, minggir dulu sebentar." ucap kak Taeyong lembut. Aku sempat tertegun beberapa saat. Aku gak salah dengar?

Barusan kak Taeyong manggil aku, sayang?

Stop Ana. Kamu nggak boleh baper sama suami orang-orang. Iya lah istrinya udah tiga. Masyaallah Abi Taeyong.

"Ana sayang, dengerin kakak-"

Dugh!!!

Astagfirullah aku kaget banget, kepala kak Taeyong dipukul pake ember sama Doyoung. Ya Allah mana embernya bekas pupuk kandang. Aku langsung nahan napas karena bau khasnya mulai menyengat di hidung.

"WOY!" Teriak kak Taeyong sembari membelalakan mata.

Baru diteriakin satu kali Doyoung udah lari kencang ke arah timur. Dia lari terpontang-panting gitu nggak tentu arah.

Sementara sekarang kak Taeyong mulai ngejar Doyoung dipenuhi raut emosi, ia sampai lupa sama Jaehyun yang tadi jadi korban tinjuannya.

"Jaehyun, ayo masuk ke rumah aku, luka kamu harus diobatin."

Jaehyun masih diam. Dia masih menunduk. Aku jadi khawatir. Sebenarnya aku juga khawatir sama Doyoung, takut dia ditinju sama kak Taeyong, apalagi Doyoung keliatannya nggak bisa bela diri.

Gimana yaaah...? Tapi Jaehyun keliatan rapuh banget. Aku harus nanya tujuannya jauh-jauh datang ke sini.

"Jaehyun."

Ta'aruf  Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang