WHO? #27

4.4K 341 86
                                        

200 vote for next chap

Typo maklumin/atau kalian bisa tandai dengan cara komen biar author perbaiki

Jangan jadi SIDERS😊

________________________________________________________________________

Sakura merapatkan mulutnya dengan kedua tangan yg tidak bisa diam sedari tadi. Matanya sesekali menatap kearah Ken yg fokus menyetir karena bel pulang telah berbunyi beberapa menit yg lalu.

Sakura menunduk ketika bayangan beberapa jam yg lalu ketika ia dan Sasuke berciuman didalam kelas berkeliaran di kepalanya. Sakura merutuki dirinya yg mau saja terbuai oleh ciuman panas dari Sasuke. Ia juga merasa bersalah pada Ken karena melakukan nya tepat dikedua mata kekasihnya itu.

Bahkan durasi saat mereka berciuman tadi bisa dibilang cukup lama sampai-sampai mereka tidak menyadari jika bel  pertanda istirahat kedua berbunyi. Sangat memalukan!

Sakura yakin jika besok ia dan Sasuke akan menjadi bahan gosip seluruh penghuni TIHS. Sakura juga bingung kenapa Ken tidak menghentikan aksi mereka tadi atau tidak kenapa Ken tidak melayangkan tinju nya pada Sasuke karena mencium dirinya. Bahkan mereka mengakhiri aksi mereka itu ketika suara Ino yg berteriak heboh dan menarik kasar dirinya agar menjauh dari Sasuke.

Dan saat ia sadar apa yg ia perbuat Sakura menunduk dan menatap ke arah Ken yg sedang membuang pandangannya seolah-olah tidak ingin melihat dirinya. Sakura juga langsung mendekati Ken untuk meminta maaf namun sebelum bibirnya berucap Ken langsung keluar kelas tanpa menoleh padanya. Ken marah? Sudah pasti siapa yg tidak akan marah ketika melihat kekasihnya sendiri sedang berciuman dengan pria lain dan parahnya lagi pria tersebut adalah mantan kekasihnya.

Sakura hanya bisa menatap kepergian kekasihnya itu dengan raut bersalah. Ingin marah namun pada siapa? Tidak mungkin kan ia marah pada Sasuke sedangkan dirinyalah yg mau saja ketika dicium oleh Sasuke bahkan tidak menolak.

Bahkan Ken mendiamkannya sampai bel pertanda istirahat kedua berakhir. Ino pun sama sahabatnya itu juga mendiamkannya dan tak ingin menoleh ketika Sakura memanggilnya. Sampai pada bel pulang berbunyi Ken datang menghampirinya dan mengajak dirinya untuk pulang bersama. Sakura senang karena ia rasa Ken sudah tidak mendiamkannya lagi namun saat mereka didalam mobil Ken kembali diam dan fokus menyetir. Seperti saat ini.

"Ken-kun" panggil Sakura hati-hati.

Ken menghentikan mobilnya ketika ia sudah sampai di Mansion Haruno.

"Turun. Sudah sampai" Ken berucap tanpa menoleh pada Sakura.

Sakura mengigit bibir bawahnya "Ken-kun maaf" cicit Sakura.

Ken menghela nafas. Jujur ia tidak bisa mendiamkan Sakura seperti ini, namun ketika mengingat kejadia beberapa jam yg lalu membuat Ken marah.

"Untuk apa kau minta maaf" Sakura menunduk dengan mata berkaca-kaca "maaf karena ak--"

"Sudahlah. Sebaiknya kau turun aku harus segera pulang" potong Ken.

"Ken-kun" air mata Sakura luruh membasahi pipinya.

"Aku salah maafkan aku hiks..hiks a-aku murahan hiks...hiks aku tidak pan--"

Sakura tidak melanjutkan perkataan nya ketika Ken menarik dirinya kedalam pelukan hangat pria itu.

Ken lemah pada air mata Sakura. Lelaki itu tidak kuat ketika melihat bagaimana air mata itu meluncur membasahi pipi Sakura. Bahkan Ken tidak suka ketika Sakura menyebut dirinya sebagai gadis murahan. Ken benci pada dirinya karena tidak bisa untuk menjauh atau mendiamkan Sakura satu hari saja. Ken lemah lelaki itu lemah pada Sakura. Cintanya terlalu besar pada Sakura.

WHO?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang