Mantu 'Idaman'

547 53 42
                                        

"Bam udah yok turun nanti jatuh sakit loh." Bujuk seorang laki laki berusia 27 tahun; memiliki wajah tampan; berambut biru sebahu dan mata colbalt yang indah. Nama nya adalah Khun Aguero Agnis.

"Bentar Khun Miss 'K' nya belum dateng!" Seru Bam dari atas pohon beringin sembari memanggil manggil sang entitas yang tak kunjung datang.

"Ya Robbi..." Gumam Khun pasrah sekaligus frustasi menghadapi kelakuan istrinya yang sedikit 'abnormal'. Lagipula buat apa siang siang manggil hantu?

Bam atau nama lengkapnya Jue Viole Grace adalah seorang pemuda berusia 18 tahun, namun karena mukanya yang baby face dan tingkahnya yang sedikit absurd orang sering kali mengira Bam masih berumur 12 tahun.

Khun Aguero Agnis adalah suami sah Jue Viole Grace. Lelaki berumur 27 tahun ini berasal dari keluarga Khun, yaitu salah satu keluarga terpandang di kotanya. Jenius, tampan, sombong dan licik adalah title dari orang orang yang diberikan kepada Khun Aguero Agnis.

Keluarga Khun memiliki peraturan yang ketat terutama dalam menerima calon menantu. Orang itu harus lah cantik/tampan, memiliki kharisma yang tinggi dan harus bisa memasak.

Dan Bam memiliki semua itu sehingga ia di terima di keluarga Khun sebagai istri dari Khun Aguero Agnis. Namun dibalik sifatnya yang menggemaskan Bam menyimpan sifat lain yang bahkan tidak ia tunjukkan pada Khun saat mereka pacaran dulu.

"Tetapi entah kenapa aku senang Bam memiliki sifat seperti itu." Ujar Khun Edanh sembari menatap tingkah aneh Bam dari Balkon rumah nya. Khun Edanh adalah kepala keluarga Khun sekaligus mertua Bam.

"Apa karena Bam membuat hubungan keluarga kita menjadi semakin dekat?" Tanya Khun Maschenny, salah satu anak Khun Edanh.

Edanh mengangguk sembari tertawa pelan karna melihat Bam jatuh dari atas pohon, untung lah tidak terlalu tinggi sehingga Bam tidak akan cidera karena nya.

"Kau benar Ayah." Ujar Maschenny ikut tertawa bersama ayah nya.

•••

"Sudah ku bilang jangan berlarian di atas pohon!" Seru Khun sembari mendudukkan Bam di kasur lalu membersihkan rambutannya yang kotor akibat berusaha menangkap Bam yang tiba tiba saja terpeleset lalu jatuh dari pohon.

"Maaf Khun habis Miss 'K' nya kaya manggil Bam gitu ya udah Bam susulin." Ujar Bam dengan nada polos.

Khun menghela nafas frustasi, kemana Bam nya yang imut dan sopan itu? Mengapa yang bersamanya malah Bam yang nakal dan aneh?

"Ku buatkan teh manis ya?" Tawar Bam merasa sedikit bersalah karna merepotkan Khun tadi siang.

Khun hanya mengangguk pelan sebagai jawaban dan pergi ke kamar mandi, semoga saja malam ini damai.

Bledug!

Ahh sepertinya tidak.

Khun segera melesat turun ke bawah untuk melihat apa yang terjadi, jangan sampai istrinya berulah yang tidak tidak.

"Yeay Kembang Api!" Seru Bam polos sembari menyirami api dengan minyak yang niat nya akan Bam gunakan untuk memasak.

"KENAPA LAGI ASTAGA!" Teriak Hatzling tidak santai sembari mengambil 'air' agar api di dapur tidak kian membesar.

Bledash!

Namun bukannya padam api itu justru kian membesar membuat semua anggota keluarga Khun berbondong bondong datang ke dapur untuk melihat kekacauan yang terjadi.

"Tomlol! Pake Air gublug bukan pake minyak!" Seru Ran kesal dan segera pergi ke kamar mandi yang jaraknya 5 meter dari dapur.

"Bam! Kamu ngapain lagi?!" Ujar Khun sembari menghampiri istrinya yang saat ini tengah asik membakar marshmellow yang ia dapat entah dari mana.

"Cuman nuangin minyak ke kompor biar panas hehe." Jawab Bam santai seakan api yang ada di depannya ini adalah Api unggun.

Khun tidak tau lagi harus bereaksi seperti apa menghadapi kelakuan istrinya yang absurd ini. Lelaki berkulit pucat tersebut memutuskan untuk mengamankan Bam terlebih dahulu lalu pergi mencari telefon untuk memanggil pemadam kebakaran.

"Papa benar! Seru juga bakar rumah sendiri!" Gumam Bam riang tidak mempedulikan ke khawatiran yang tercetak di seluruh wajah anggota keluarga Khun.

Dan begitulah malam 'tenang' yang di ciptakan oleh Bam di keluarga Khun, Yap benar benar tenang.

•••

"Khun bikin anak yuk!" Ujar Bam meluncurkan kata kata sakral bagi keluarga Khun, bahkan Khun sendiri terkejut mendengar kata kata yang keluar dari mulut Bam.

"Sasuga Bam! Kamu beneran bisa hamil?" Tanya Kiseia antusias sembari mencubit pipi Bam gemas.

"Bisa mungkin." Jawab Bam tiba tiba ragu, ia ingat kalau Khun sedang bermain di kasur ia tidak akan memandang bulu.

"Ya sudah ayo kita bermain Bam, sekalian hukuman." Ujar Khun senang sembari mengapit hidung Bam pelan lalu menyeret pemuda malang itu menuju kamar.

"Khun aku cuman canda huwee!" Seru Bam dengan nada sedih yang di buat buat kemudian berusaha melepaskan diri dari Khun.

"Tidak bisa di batalkan ayo kemari." Ujar Khun dingin dan kembali menyeret Bam menuju kamar.

Anggota keluarga Khun yang melihat hal itu hanya bisa berdoa untuk keselamatan Bam.

"Semoga beranak." Ujar Edanh yang mendapat tatapan aneh dari keluarganya.

Note:
Au ah gak jelas ini cerita beneran. Awalnya gaje, konfliknya gaje, akhirnya pun gaje aduh.

Dan ini cerita yang paling pendek di book ini.

Tapi buat kalian yang masih baca,

Author ucapan Terima kasih ❤️


KxB One Shots [Completed]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang