Ini kisahnya yang belum berakhir. Ia yang selama ini tersembunyi dari keramaian namun selalu dipermainkan kehidupan. Ia yang akhirnya menemukan arti keluarga dan kehangatan.
Namun sepertinya waktu sedang ingin bercanda dengan alur hidupnya yang dik...
Pagi hari ini Renjun terbangun karena hal yang tidak terduga. Bukan karena cicitan burung atau diusik sinar matahari. Ia bangun karena suara ramai di halaman rumahnya.
Renjun keluar, masih memakai piyama dan wajah ngantuk. Ternyata oh ternyata, anak WeyVi sedang kumpul di rumah kakaknya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Oh! RENJUN! Kamu kebangun gara-gara kami ya?" Hendery yang pertama kali menyadari.
Melihat kawannya menoleh, Winwin ikutan melihat ke arah adiknya yang masih sedikit ngantuk itu.
Renjun menguap pelan lalu mengangguk, matanya masih berat. Semalaman ia diajak main game dengan ayahnya yang suntuk di kantor dan alhasil ia baru bisa tidur jam dua pagi.
"Injun mau makan?" tanya Winwin menghampiri adiknya lalu mengusap wajah Renjun lembut dan merapikan rambut adiknya yang menggemaskan itu.
Renjun menggeleng, "Mau tidur lagi Hyung.. Capek." Katanya dan beranjak masuk lagi.
Winwin mengangguk, lalu menoleh pada anak-anak WeyBiy, izin mengurus Renjun sebentar.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"ngghh oghey!" Hendery mewakili yang lain. Ten sedang sibuk dengan kucing yang ia bawa dari asrama dan Yangyang sedang mencari cara agar anjingnya bisa diajak main.
Pantaslah rumah Winwin ramai sekali pagi ini, anak WeyVi datang membawa kawan dan menjadikan tempat ini seperti kebun binatang dadakan.
Tapi niat Renjun untuk masuk dan tidur lagi harus sirna tatkala sepupu Hendery datang menyapa.
"Okke Kappe Lonjewiiiiiin~"
Suara Lee Haechan yang datang menyembul dari gerbang depan membuat Renjun menghela napas. Berdecak sebal dan mengerling malas pada Haechan yang kini asik membuka sendiri gerbang rumah kakaknya dan masuk tanpa diminta.
Sudah, ia tak punya mood lagi untuk tidur.
Winwin terkirim pelan melihat mood Renjun sudah hancur pagi-pagi.
"Yaudah mandi dulu. Nanti Hyung siapin sarapan." Kata Winwin pada akhirnya, ia tak tau tujuan Haechan kesini karena apa. Yang jelas Fullsun itu sudah banyak membantu saat Renjun ketinggalan materi kuliah.