Ini kisahnya yang belum berakhir. Ia yang selama ini tersembunyi dari keramaian namun selalu dipermainkan kehidupan. Ia yang akhirnya menemukan arti keluarga dan kehangatan.
Namun sepertinya waktu sedang ingin bercanda dengan alur hidupnya yang dik...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ini adalah penampakan ngambek seorang Huang Renjun yang niatnya keliatan garang malah jatuhnya gemoy 🤧 oy! Kek Anak TK nggak dijajanin es krim!! _Sa
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
. .
Aku akan membawamu kembali. Ke masa itu, masa Huang Renjun sedang berusaha menyembuhkan mentalnya.
Bertempat di negara tirai bambu atas usulan sang Ayah.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Renjun diam. Mengamati kelopak bunga yang berlomba untuk bermekaran menunjukkan wajahnya yang indah.
Ini sudah musim semi. Tepat sebulan dimana ia menghilang, menulis surat dan membuat video yang jika diingatnya ternyata lucu. Seperti video seseorang yang akan pergi saja dari dunia ini. Padahal ia tidak tau metode apa yang akan rumah sakit pilihkan untuknya nanti.
"Renjun-ah.. " Panggilan lembut Winwin disusul sosok itu yang membawakan hodie.
Winwin memakaikannya dengan telaten. Sangat hati-hati seakan Renjun adalah barang rapuh yang bisa kapan saja jatuh dan pecah. "Kamu bisa kan melewatinya? Kamu bisa bilang stop kalau emang kamu nggak kuat. "
Renjun tertawa kecil, "Aku bahkan belum tau loh Hyung terapinya kayak gimana."
Winwin tersenyum kecut. Ya, ia mencemaskan banyak hal. Apalagi ini hari terakhirnya disini sebelum ia kembali lagi ke sana untuk menyelesaikan skripsi virtual. "Kamu nggak papa sama Appa?" tanyanya memastikan lagi. Entah sudah ke berapa kali ia menanyakan hal itu.