"nama kakak itu sama kayak reliatnya"
"angkasa!sangat jauh dan mustahil di gapai"
"tapi di dunia gak ada yang mustahil"
_______
"kak coba senyum deh,kakak terkesan angkuh gak mau senyum"
"senyum gue cuma buat calon ibu dari anak anak gue"
"emang iya...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"belom mandi lo bos?"tanya galaksi,angkasa memijat pelipisnya.waduh perasaan gue gak enak nii...pikir galaksi.
Penampilan angkasa sangatlah berantahkan,bahkan luka di tangannya masih belum di obati.
"ada masalah ang,kenapa tangan lo?"tanya surya,angkasa hanya diam tangannya kini menyambar buku pelajaran dan membaca atau hanya berpura pura membacanya.
"tumben banget,biasa di lirik aja nggak tu buku"guman galaksi.
"ada masalah lagi sama camel?"tanya lengit,angkasa melempar bukunya.
"bisa diem nggak lo"ketus angkasa,cowok itu bangkit dan meninggalkan kelasnya.
"lo sih ga"cletuk surya.
"lah ngapa jadi gue"balas galaksi.
"inget ga,azab PHO,dihukum mati,kembali ke alam baka gak bisa di alam nyata gak di terima,terus lo di kirim di hutan mati,hayo loh gaaa"timpal langit.hahahaha korban film horor loo..
"lu kira gue di suruh suting film alas kaki apa??"sewot galaksi.
"eh panjul,alas pati bego!"sahut langit
Angkasa melangkahkan kaki menuju kelas caramel,dari kejuhan angkasa bisa melihat mata caramel sembab,guru sedang menerangkan sedangkan caramel seperti tidak fokus mendengarkan.
Ntah mengapa,namun angkasa hanya ingin melihat caramel,apa dia terlalu egois??caramel,gadis itu selalu mendengarkan alasannya dan tak pernah memperlihatkan amarahnya,tapi mengapa dirinya tak bisa??
Mengapa dia tidak membiarkan caramel menjelaskan dahulu?mengapa dia malah membuat gadis yang ia cintai terluka??
Angkasa menghembuskan nafas gusar,hatinya terlalu kecewa.
angkasa menatap kearah caramel namun ntah mengapa pandangan caramel juga terarah kepada sosok angkasa yang diam diam memperhatikannya seketika angkasa memalingkan wajah dan pergi.
"aku tau itu kamu"gumam caramel.
Kamu masih sama Sampai di titik ini,aku yakin kamu masih memiliki perasaan yang sama. Maaf angkasa..
Maafkan aku yang sempat meragukanmu. Maafkan aku yang terlalu sibuk dengan fikiran bodohku. Maafkan aku.. Memang kejadian itu sangat melukaimu Tapi.. Aku juga sama Saat itu aku juga sama Aku juga tak kalah kecewanya angkasa...