[mengandung unsur kekerasan]
i don't expect that innocent girl to make my life like a bastard!
_
sequel of My Autism Husband
⚠️ this story only written by qtherroine- in wattpad
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
betewe, kalian udh pada cukup umur blm sih buat baca adegan KDRT ini?🤧😭 ___
"Reva cuma mau diperhatiin juga," lirih Reva.
Bella melirik Keisya di sampingnya.
Keisya, gadis itu teman baru Bella di kampus, walaupun beda jurusan, tapi Bella kenal dia waktu ospek kemarin. Keisya orangnya humble dan Mahasiswa Psikologi, sama seperti Jojo, kebetulan. Bella butuh salah satu dari mereka untuk benar-benar paham dengan tindakan Reva- sang penderita kelainan aneh.
Keisya juga satu SMA dengan Bella, tapi tak pernah sekelas apalagi dekat.
"Reva iri sama Om Jeck,"
Reva menunduk lirih, entah kenapa hatinya seperti diiris-iris.
"Om Jeck itu autis, tapi semua sayang sama Om Jeck, kenapa Reva enggak?"
Keisya menatapnya lirih, lalu tak lama meneguk ludahnya sendiri.
Mereka membiarkan Reva mengeluarkan isi pikirannya.
"Reva tau Reva ini ada kelainan, tapi Reva lupa namanya, Reva gak bisa kendaliin emosi Reva, maaf.."
Bella sedikit menggigit bibir bawahnya. Reva tak sepenuhnya salah, tapi juga tak benar.
"Reva mau dilindungin juga, tapi gak ada yang mau,"
"Tapi dengan cara lo ngefitnah adik gue yang merkosa lo, itu salah!" ketus Bella.
Reva diam.
"Masa depan Calvin hancur gara-gara lo,"
"Sabar dulu Bel," Keisya menenangkan.
Sekarang mereka lagi ada di halaman belakang, tempat paling aman dan paling nyaman untuk mengeluarkan isi pikiran.
"Gue mau nanya, sebenarnya siapa anak yang ada di kandungan lo itu?"
Bella sudah terlanjur emosi, rasa kasihan dan benci menjadi satu. Kasihan dengan Reva yang kurang perhatian, tapi satu sisi benci karena Reva masa depan Calvin hancur begitu saja.
"Anak Calvin," Reva menunduk.
Bella menyengir sinis, "Masih bisa bohong ya lo?!"
"Bella, jangan emosi,"
"Tapi kalo lo ada di posisi gue pasti lo juga kaya gini, Key!"