[mengandung unsur kekerasan]
i don't expect that innocent girl to make my life like a bastard!
_
sequel of My Autism Husband
⚠️ this story only written by qtherroine- in wattpad
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
🌪
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Cal-
"Apa?"
Reva langsung menunduk, belum siap ngomong, Calvin udah memutuskan ucapan nya, Calvin tau Reva pasti minta sesuatu.
"Reva mau cokelat ya, boleh?"
"Cih, sana beli sendiri,"
Calvin masih fokus menatap layar ponsel nya, menurutnya membalas pesan Bella lebih berfaedah daripada melayani Reva.
"Liat Revaaa!" Reva menolehkan kepala Calvin, cepat-cepat Calvin menepis dengan kasar.
"Gue bilang beli sendiri,"
"Tapi Reva pengen dibeliin sama Calvin, ayo beli berdua aja!" ucapnya riang. Seperti tak terjadi apapun, Calvin tersenyum sinis, apa yang ada dipikiran gadis kelainan aneh ini? Apa dia tak tau tingkah idiotnya itu membuat masa depan Calvin hancur?
Entahlah.
"Calvin, ayo temenin Reva beli cokelat!"
"Gue gak ada waktu buat nemenin lo,"
Calvin memutarkan bola matanya malas, ia mulai mengambil posisi nyaman untuk terlelap.
Ya, walaupun ia tau tak akan bisa. Reva terus saja merengek seperti anak kecil.
"Calviiiin,"
"Reva, gue mau tidur bentar, jangan ganggu!"
"Calvin gak kasian sama anak kita?"
Calvin menoleh kearah Reva sinis, "Anak siapa?"
"Anak kita,"
"Najis!"
Reva menggigit bibir bawahnya, rahang Calvin mengeras, kalau sudah begini.. tak ada lagi yang bisa Reva lakukan selain menunduk dan menahan tangis.