🍃10

7.7K 1K 775
                                    

Reva meringis melihat bayangan dirinya di kaca, ujung mulutnya memar karena semalam Calvin menamparnya dengan keras

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Reva meringis melihat bayangan dirinya di kaca, ujung mulutnya memar karena semalam Calvin menamparnya dengan keras. Beberapa ukiran biru menyakitkan juga terukir di kulitnya yang putih itu.

"REVA!!"

Jantung Reva berdebar lagi, sekarang jam tiga sore adalah yang paling Reva takuti, jam segitulah Calvin pulang dari "Universitas"- katanya.

Reva pasrah saat ini, tubuhnya seperti mati rasa, sudah biasa dengan luka-luka dan lebam memar.

Calvin mencari keberadaan Reva, tak lama ia mengerang kesal, "REVA, KELUAR!!"

Dengan langkah takut-takut Reva membuka pintu kamar, meneguk ludahnya sejenak, walaupun sebenarnya itu tak membantu merasakan ketakutan nya.

Seperti biasa, Calvin menatap nya sembari tersenyum sinis.

"Sini sayang,"

Sayang, kata itu seharusnya membuat Reva bahagia- dulu.

Sekarang itu bukan lagi kata manis yang Reva dapatkan dari Calvin, justru sebaliknya.

"SINI!"

"Kenapa, Calvin?" tanya Reva pelan. Jarak mereka masih agak jauh.

"Sini deket gue,"

Reva menggeleng.

"Sini.."

Reva masih terdiam.

"SINI IDIOT!!"

Calvin menarik tangan Reva kasar, kini tubuh mungilnya tepat berada di depan Calvin. Reva merasa bulu kuduknya langsung berdiri, Calvin menghirup aroma strawberry favorit Reva.

"Wangi," Calvin memegang kedua pundak Reva.

Ini bukan adegan romantis, justru ini seperti pemanasan untuk Calvin untuk menghabisi Reva nanti.

Posisi ini seharusnya adegan mesra yang dirasakan pasangan.

"C-calvin mau ngapain?"

"Masa gak boleh sih gue meluk istri gue sendiri kaya gini, hm?"

Reva ngilu dengan deru nafas Calvin yang seperti ingin menghabisi dirinya.

"Reva mau mandi dulu,"

"Gak usah alesan gitu sayang, gue cuma mau meluk istri gue, masa gak boleh.."

Lembut, lembut memang nada bicara Calvin, tapi maksud dari ini semua tak selembut nadanya.

"Reva panas,"

"LO GAK MAU NGELAYANIN SUAMI LO, HAH?!"

Calvin mendorong tubuh mungil Reva menjauh darinya, membuat punggung Reva terhentak di ujung meja.

"Akh! Calvin sakiiit!"

Reva dari kecil memang paling tak bisa menahan rasa sakit, pasti menangis salah satu solusi terbaiknya.

✔ CALVIN (selesai)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang